Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Agar Pesan Covid-19 Efektif, Sebaiknya Libatkan Konten Kreator

Ihfa Firdausya
23/4/2020 12:43
Agar Pesan Covid-19 Efektif, Sebaiknya Libatkan Konten Kreator
Seorang seniman di Depok, Jawa Barat, menunjukkan hasil karyanya terkait kampanye melawan covid-19.(AFP)

BERBAGAI imbauan untuk tetap di rumah dan menjaga jarak (physical distancing) selama pandemi covid-19 banyak disuarakan melalui konten kreatif digital.

Misalnya, imbauan #dirumahaja yang diserukan dengan bahasa daerah atau video jenaka yang memberikan pesan supaya tidak mudik. Sosiolog Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, mengatakan sejumlah konten digital yang unik dan kreatif bermanfaat dalam sosialisasi bahaya covid-19.

Lebih lanjut, dia berharap pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bisa merangkul para konten kreator. "Di banyak komunitas di negeri kita banyak orang kreatif dan inovatif,” ujar Imam dalam diskusi melalui telekonferensi, Kamis (23/4).

Baca juga: Minim Informasi, Pemerintah Desa Giatkan Sosialisasi Covid-19

“Itu kalau kita himpun, kita fasilitasi, pemerintah daerah mengundang mereka, syukur-syukur membiayai mereka untuk berkreasi, akan muncul ide kreatif yang sangat unik," imbuhnya.

Menurut Imam, ide kreatif bersifat imbauan atau informasi yang menghibur harus ditindaklanjuti dengan kreativitas aksi. "Kita banyak masyarakat adat yang beragam di negeri ini. Ada masyarakat keagamaan, remaja masjid, gereja dan berbagai kegiatan keagamaan lain. Berikut PKK, karang taruna, pemuda yang berhimpun dalam persatuan olahraga. Itu juga bisa dilibatkan secara nyata," papar Imam.

Memasuki bulan Ramada, konten kreatif bisa dijadikan wadah sosialisasi terkait menjalani ibadah puasa dan halal bihalal di tengah pandemi covid-19.

Baca juga: Ahli: Covid-19 Akan Berlalu, Tapi Tetap Jaga Jarak Sosial

"Ini bisa disosialisasikan dengan menggunakan cara kreatif. Bagaimana pesannya supaya kita dalam beribadah tetap dijalankan, tetapi bisa terhindar dari bahaya. Bagaimana kita mempopulerkan, misalnya, halal bihalal digital," tuturnya.

Dia juga mengingatkan perihal kesadaran terhadap bahaya covid-19, yang harus ditingkatkan. Menurutnya, tantangan saat ini adalah menekan laju penyebaran kasus covid-19. "Dokter bertumbangan, alat kesehatan kurang, itu jangan sampai terjadi. Apalagi kalau ini terjadi di desa-desa, di daerah-daerah," pungkas Imam.

Imam juga berharap agar pandemi tidak mendatangkan musibah baru, seperti kelaparan. "Solidaritas kepada orang yang terimbas. Solidaritas kepada mereka yang kemudian terhenti nafkahnya karena melakukan pembatasan sosial. Itu lah yang kemudian harusnya digalang," tandas dia.(OL-11)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya