Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
WABAH virus korona baru atau SARS-Cov-2 yang berubah menjadi pandemi dalam waktu singkat telah menempatkan vaksin sebagai salah satu 'harta karun' baru yang kini diburu.
Bukan hanya ilmuwan, vaksin penangkal korona juga diburu konglomerat Tiongkok Jack Ma, aktor laga Mandarin Jackie Chan, hingga pesohor lokal Nikita Mirzani.
Vaksin merupakan zat mengandung bakteri atau virus yang mati atau sudah dilemahkan untuk meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit tertentu. Pemberian vaksin dianggap sebagai cara yang efektif untuk menghindari sebuah penyakit, di antaranya tetanus, tifus, dan polio.
Ketika vaksin dimasukkan ke tubuh, sistem keamanan tubuh yang bernama sel limfosit, merespons dengan memproduksi antibodi. Antibodi inilah yang akhirnya melawan virus dan memproteksi tubuh agar tidak mengalami infeksi.
Peneliti Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi (PTKMR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Mukh Syaifudin, menyebutkan vaksin juga bisa dibuat dengan bantuan teknologi nuklir.
"Secara teknis fasilitas radiasi gamma dapat dimanfaatkan untuk membuat vaksin," sebut Syaifudin, pekan lalu.
Ia menjelaskan, radiasi sinar gamma dengan daya tembus yang besar dapat mengarah langsung ke asam nukleat tanpa merusak epitop di permukaan sel. Virus dilemahkan dengan cara menghambat pertumbuhan dan perkembangannya.
Karena ukuran virus sangat kecil, sambungnya, diperlukan intensitas radiasi hingga 50 kilogray untuk merusak asam nukleat agar virus tidak bisa memperbanyak diri.
"Ketika virus yang lemah dan tidak mampu bereplikasi atau memperbanyak diri serta tidak menimbulkan infeksi ini diberikan, akan memicu respons kekebalan tubuh dengan membentuk antibodi untuk menghadapi virus tersebut," terang Syaifudin.
Dengan memanfaatkan radiasi sinar gamma, kata Syaifudin, proses pembuatan vaksin menjadi lebih praktis. Bahan vaksin dalam kemasan tertutup rapat dapat langsung diradiasi. (H-2)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Kemenkes ingatkan potensi penularan campak saat mudik Lebaran. Simak imbauan vaksinasi dan tips cegah penularan campak saat berlibur bersama keluarga!
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Prinsip dasar PHBS sebenarnya bersifat universal dan sederhana, yakni memastikan kebersihan tubuh dari unsur luar.
Cacar api bisa muncul saat imun menurun, terutama usia 50+. Ketahui waktu tepat vaksin herpes zoster (Shingrix), dosis, manfaat, dan siapa yang perlu konsultasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved