Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menyebut hingga akhir Mei kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis sebanyak 3 juta buah. Presiden meminta dilakukan percepatan pengadaan APD untuk memenuhi kebutuhan tersebut untuk perlindungan tenaga medis.
"Laporan yang saya terima saat ini stok APD makin terbatas dan perhitungan menunjukkan bahwa kita butuh 3 juta APD hingga akhir Mei. Saya minta dilakukan percepatan pengadaan untuk APD," ucap Jokowi dalam rapat terbatas laporan tim Gugus Tugas Covid-19 melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Senin (30/3).
Dalam memenuhi kebutuhan APD tersebut, Jokowi meminta produksi dalam negeri dioptimalkan. Ia mencatat ada 18 perusahaan yang memproduksi APD di Tanah Air. Ia pun meminta perusahaan-perusahaan tersebut diberi kemudahan untuk mendapatkan bahan baku termasuk untuk mengimpor bahan baku dari luar negeri.
"Saya juga minta agar digunakan produk dalam negeri karena data yang saya terima ada 18 produsen APD di negara kita dan untuk mendukung produksi APD saya juga diminta diberikan kemudahan bahan baku yang masuk dari impor," ujarnya.
Baca juga: Darurat Covid-19, Hakim Diminta Maksimalkan Hukuman Non-Penjara
Presiden juga meminta untuk dilakukan percepatan pengembangan produksi alat kesehatan ventilator di dalam negeri. Menurutnya, kekurangan alat ventilator tidak hanya dialami Indonesia melainkan juga negara-negara lain.
"Saya juga minta dilakukan percepatan pengembangan, ini yang mungkin negara lain juga banyak kekurangan, mengenai ventilator agar ini bisa diproduksi di dalam negeri," ujarnya.
Presiden menegaskan penyediaan APD, alat kesehatan, dan obat-obatan harus menjadi prioritas utama demi perlindungan tenaga kesehatan.
"Pastikan seluruh dokter, tenaga medis, perawat bisa bekerja dengan aman, dengan peralatan kesehatan yang memadai," ujarnya.
Per 23 Maret lalu, pemerintah pusat telah mengirimkan 165 ribu APD kepada setiap provinsi. Jokowi juga meminta otoritas provinsi untuk segera mengirim APD tersebut ke rumah sakit yang menangani pasien covid-19.(OL-4)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved