Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN semua pihak dalam mengembalikan ekosistem mangrove menjadi salah satu kunci dalam pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya dalam aspek lingkungan hidup.
Hal itu menjadi perhatian serius PT. Epson Indonesia yang melakukan penanaman mangrove di Taman Eisata Alam (TWA) Angke, Kapuk, Jakarta Utara. Dengan menggandeng pihak sekolah, Epson menanam lebih dari 200 batang mangrove disana.
Director Finance & Corporate Service PT Epson Indonesia M Husni Nurdin menjelaskan, kepedulian terhadap lingkungan hidup kini digalakkan pihaknya setelah hampir 2 dasawarsa terakhir fokus pada upaya pengentasan kemiskinan lewat sekolah
"Kita coba kembangkan epson identik dengan lingkungan. Saat ini kita punya visi tahun 2050 mengurangi emisi karbon sampai kecil untuk seluruh proses seluruh kegiatan epson di seluruh dunia. Setelah kemiskinan kita ambil lingkungan," ujar Husni dalam keterangan tertulisnya.
Di sisi lingkungan hidup, ungkap Husni, pihaknya juga sudah menggelar inisiatif pengelolaan limbah sekaligus dibarengi edukasi di sekolah sejak 2019. Penanaman mangrove merupakan lanjutan upaya dalam mengembalikan ekologi Jakarta ke arah yang lebih baik.
Baca juga : Mowilex Bantu Penghijauan Tukad Mati
"Mangrove penting bagi Jakarta, dan daerah lain. Karena Jakarta lautnya paling berpolusi, ada pembangunan yang tidak baik perencanaan sehigga bagian-bagian pantai mengalami abrasi. Ekologi lingkungan semakin tidak ideal, kita pikir Jakarta sangat penting daerah pantai harus kembali hijau, kembalikan ekologi satwa dan seterusnya," ujarnya.
Kasubag TU SMA 96 Jakarta Barat Lambria Sofia mengapresiasi langkah Epson yang menjalin kerja sama dengan pihak sekolah. Hal itu menurutnya bisa menjadi sarana pembelajaran siswa untuk makin giat merawat lingkungan.
'Kita akan terlibat dalam kegiatan mangrove, ini sangat bagus kalau bisa kegiatan terus berlangsung untuk lingkungan," kata Lambria.
Ken Savitri, Pengelola kawasan taman wisata alam Angke Kapuk menyebut kawasan itu memiliki luasan 99 hektare. Namun, hanya 25 persen ditumbuhi oleh mangrove. Sebelumnya kawaasan tersebut adalah tambak udang.
Pihaknya sebelumnya terus berupaya melakukan penghijauan namun banyak menemukan kendala, termasuk mangrove mati akibat arus laut.
"Jadi Kita masih memerlukan partisipasi masyarakat untuk ikut konservasi mangrove. Kita terbantu sekali, kita harapkan kegiatan ini berlanjut," pungkas Ken Savitri. (RO/OL-7)
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Program ini bertujuan untuk mendorong kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan agar tercipta masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan layak bagi generasi mendatang.
Para peserta Mangrove Impact Fellowship tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi teknologi dalam konservasi melalui peluncuran Platform Mandara milik KLHK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved