Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN semua pihak dalam mengembalikan ekosistem mangrove menjadi salah satu kunci dalam pemenuhan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) yang ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya dalam aspek lingkungan hidup.
Hal itu menjadi perhatian serius PT. Epson Indonesia yang melakukan penanaman mangrove di Taman Eisata Alam (TWA) Angke, Kapuk, Jakarta Utara. Dengan menggandeng pihak sekolah, Epson menanam lebih dari 200 batang mangrove disana.
Director Finance & Corporate Service PT Epson Indonesia M Husni Nurdin menjelaskan, kepedulian terhadap lingkungan hidup kini digalakkan pihaknya setelah hampir 2 dasawarsa terakhir fokus pada upaya pengentasan kemiskinan lewat sekolah
"Kita coba kembangkan epson identik dengan lingkungan. Saat ini kita punya visi tahun 2050 mengurangi emisi karbon sampai kecil untuk seluruh proses seluruh kegiatan epson di seluruh dunia. Setelah kemiskinan kita ambil lingkungan," ujar Husni dalam keterangan tertulisnya.
Di sisi lingkungan hidup, ungkap Husni, pihaknya juga sudah menggelar inisiatif pengelolaan limbah sekaligus dibarengi edukasi di sekolah sejak 2019. Penanaman mangrove merupakan lanjutan upaya dalam mengembalikan ekologi Jakarta ke arah yang lebih baik.
Baca juga : Mowilex Bantu Penghijauan Tukad Mati
"Mangrove penting bagi Jakarta, dan daerah lain. Karena Jakarta lautnya paling berpolusi, ada pembangunan yang tidak baik perencanaan sehigga bagian-bagian pantai mengalami abrasi. Ekologi lingkungan semakin tidak ideal, kita pikir Jakarta sangat penting daerah pantai harus kembali hijau, kembalikan ekologi satwa dan seterusnya," ujarnya.
Kasubag TU SMA 96 Jakarta Barat Lambria Sofia mengapresiasi langkah Epson yang menjalin kerja sama dengan pihak sekolah. Hal itu menurutnya bisa menjadi sarana pembelajaran siswa untuk makin giat merawat lingkungan.
'Kita akan terlibat dalam kegiatan mangrove, ini sangat bagus kalau bisa kegiatan terus berlangsung untuk lingkungan," kata Lambria.
Ken Savitri, Pengelola kawasan taman wisata alam Angke Kapuk menyebut kawasan itu memiliki luasan 99 hektare. Namun, hanya 25 persen ditumbuhi oleh mangrove. Sebelumnya kawaasan tersebut adalah tambak udang.
Pihaknya sebelumnya terus berupaya melakukan penghijauan namun banyak menemukan kendala, termasuk mangrove mati akibat arus laut.
"Jadi Kita masih memerlukan partisipasi masyarakat untuk ikut konservasi mangrove. Kita terbantu sekali, kita harapkan kegiatan ini berlanjut," pungkas Ken Savitri. (RO/OL-7)
Para peserta Mangrove Impact Fellowship tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi teknologi dalam konservasi melalui peluncuran Platform Mandara milik KLHK.
Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) menggelar rakornas Kelompok Kerja Mangrove Daerah 2026.
Kementerian Kehutanan resmi meluncurkan Platform Mangrove Data Nusantara (Mandara) sebagai sistem integrasi data mangrove nasional.
Hingga tahun 2025, capaian rehabilitasi mangrove M4CR di Provinsi Kalimantan Utara seluas 6.543 hektare.
Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara.
Upaya pemulihan lingkungan pesisir di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai menunjukkan hasil konkret.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved