Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona belum tentu perlu dirawat di rumah sakit apabila tidak ada gejala yang darurat.
"Kalau semua yang positif dirawat, rumah sakit akan penuh. Yang penting adalah melakukan isolasi mandiri dengan tetap dipantau oleh tenaga kesehatan," kata Yurianto saat jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, hari ini.
Yurianto mengatakan yang perlu langsung dirawat saat diketahui positif terinfeksi virus corona adalah orang-orang yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes dan hipertensi.
Bila gejala yang muncul masih berupa demam, batuk, dan pilek saja, maka hanya perlu melakukan isolasi mandiri di rumah dan mengonsumsi obat-obatan yang bisa mengurangi gejalanya.
"Kalau misalnya demam, maka minum obat penurun panas. Begitu juga yang batuk cukup diberi obat batuk. Namun, bila sudah mengalami gangguan pernafasan atau sesak nafas, maka harus langsung dirawat di rumah sakit," tuturnya.
Baca juga: IDI: Tingkat Akurasi Deteksi Covid-19 dengan Rapid Test Capai 95%
Yurianto mengatakan seseorang yang positif terinfeksi virus corona bisa mengalami gangguan pernafasan karena dahak yang banyak di saluran pernafasan sudah mulai masuk ke paru-paru.
"Kalau sudah mengalami gangguan pernafasan, maka di rumah sakit perlu langsung di-rontgent untuk mengetahui penyebabnya secara pasti," katanya.
Dalam jumpa pers tersebut, Yurianto menyebutkan hingga Jumat pukul 12.00 WIB, jumlah kasus positif virus corona bertambah 60 kasus menjadi 369 kasus. Jumlah kasus meninggal dunia juga bertambah tujuh kasus menjadi 32 kasus.
Sementara itu, pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah satu orang, sehingga sudah ada 17 orang yang dinyatakan sembuh dari COVID-19. (OL-4)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved