Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER merupakan salah satu penyakit yang ditakutkan banyak orang. Dia tidak saja telah dinisbahkan sebagai pembunuh nomor wahid di Indonesia. Penyintas kanker sering kali terlebih dahulu mengalami trauma dan hilang semangat hidupnya saat dokter memastikan dia terkena kanker.
Namun, di hari ulang tahunnya yang ke-5, Srikandi Indonesia, satu komunitas penyintas kanker, menepis anggapan-anggapan yang sering menghantui perempuan Indonesia dalam menghadapi penyakit yang satu ini. Melalui karya antologi Lalu Bintang pun Tersenyum Kembali yang diluncurkan kemarin, mereka berbagi kisah-kisah inspiratif di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta.
Dalam antologi tersebut sebanyak 15 Srikandi Indonesia membagikan perjalanan hidupnya saat menjadi penyintas kanker. Tujuannya, agar memberikan gambaran bagi pembaca bahwa berjuang melawan kanker bukanlah hal mudah.
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat yang hadir di acara itu mengapresiasi Srikandi Indonesia yang berani berkarya di tengah ujiannya menghadapi kanker.
"Pasti ketika mereka menulis bukanlah hal yang mudah. Ini kan membuka luka lama. Apa pun sungguh sebuah keberanian yang luar biasa dan bentuk harapan yang ditorehkan," kata Lestari yang akrab disapa Rerie di Gedung Perpustakaan Nasional.
Rerie yang juga seorang penyintas kanker payudara berharap semua penyintas, khususnya perempuan, bisa mendapat kisah inspiratif dari antologi ini. Dia pun menegaskan bahwa kanker bukanlah akhir dari segalanya.
"Kanker tidak bisa membunuh harapan. Kanker merupakan kesempatan dari Tuhan untuk menjalani hidup kedua dan bisa mendapatkan kesempatan lebih baik dan berguna. Kita harus percaya itu rencana Tuhan. Mari kita rayakan kehidupan dan berdamai dengan kematian," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Srikandi Indonesia Yanti Rukmana berharap, Srikandi Indonesia dapat terus memberi inspirasi bagi penyintas kanker untuk terus berjuang.
"Ya, jadi buku ini diterbitkan untuk bebagi pengalaman pengobatan. Diharapkan, dengan membaca buku ini orang akan termotivasi dan merasa tidak sendiri. Keberhasilan kita menjadikan mereka merasa mampu," ucapnya.
Adanya anggapan di masyarakat bahwa penyintas kanker mengungkap hal yang tabu merupakan stigma yang harus diubah
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved