Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( LHK) Siti Nurbaya Abu Bakar meninjau Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) Regional Kebon Kongok Desa Suka Makmur, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ( NTB), Minggu (8/3).
Dalam tinjauan yang didampingi Gubernur NTB Zulkiflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah, Siti Nurbaya memberi apresiasi atas langkah pengelolaan dan penanganan TPA tersebut.
" Kita bersyukur punya langkah langkah ini mempunyai TPA ini dengan teknologi refused derived fuel atau RDF yakni adalah teknologi yang mengubah sampah menjadi briket layaknya batu bara, " kata Siti.
Baca juga: KLHK Utus Dua Pegiat Sampah ke Forum Internasional
Siti menilai TPA ini bagus karena secara nasional pada pembahasan penanganan atau pengembangan energi terbarukan sedang diintensifkan Presiden Joko Widodo bersama para menteri terkait. Menurutnya, kebijakan pengembangan energi terbarukan sudah harus digencarkan guna meminimalisasi emisi gas rumah kaca dari batu bara.
"Jadi TPA ini dengan teknologi RDF merupakan contoh konkret di lapangan hasilnya juga kelihatan nanti masyarakat akan dapat manfaatnya sehingga masalah sampah kita terus kita upayakan penyelesaiannya," tegasnya .
Siti juga berpesan jika sudah mulai berjalan pihak Pemprov NTB untuk segera melakukan pendaftaran sistem registrasi nasional emisi karbonnya ke Kementerian LHK.
Dalam kesempatan itu, Menteri Siti dan Gubernur Zulkiflimansyah melakukan penanaman pohon untuk mengajak masyarakat peduli pada rehabilitasi lahan. (OL-8)
Sampah harus dikelola dikawasannya, karena organiknya besar, 80% sampai 90%,
Aktivis LBH Keadilan mendesak Penuntut Umum dari Kejaksaan Tinggi Banten untuk tidak menerima putusan begitu saja dan segera menyatakan banding.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved