Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJAK dibentuk pada tahun 2016 lalu, Duta Damai Dunia Maya Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mempunya tanggung jawab moral dan sosial untuk membentengi generasi sebayanya agar tidak terpengaruh paham dan doktrin radikal terorisme yang banyak memanfaatkan dunia maya sebagai arena dan sarana penyebarannya.
"Dalam konteks inilah, generasi muda dari para relawan duta damai ini diharapkan mampu untuk berperan aktif dalam membendung konten dan narasi kekerasan dengan menyemarakkan konten dan narasi positif perdamaian melalui dunia maya," kata Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (5/3).
"Relawan duta damai BNPT tidak dibentuk untuk melawan narasi kekerasan, tetapi justru diarahkan untuk membanjiri dunia maya dengan narasi perdamaian," ujar Deputi I BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, dalam sambutannya saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Duta Damai Dunia Maya BNPT tahun 2020 yang berlangsung di Prama Sanur Beach Hotel, Denpasar - Bali, Rabu (4/3).
"Duta damai tidak ingin melawan narasi radikal, tetapi justru ingin membentengi para generasi muda agar tidak mudah terpengaruh narasi kekerasan," ujar tambah Hendri.
Lebih lanjut Deputi I BNPT mengatakan bahwa duta damai ini menjadi modal dan kekuatan berharga, tidak hanya bagi BNPT saja tetapi juga bagi bangsa.
Menurut Hendri. ini dikarenakan perubahan zaman terus berjalan dan berkembang. Apalagi saat ini tidak hanya sampai pada era kecanggihan teknologi saja, tetapi juga era kecepatan informasi, dimana gabungan antara teknologi dan informasi itu telah menciptakan ruang sosial baru yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.
"Di ruang baru ini, yang disebut dunia maya (cyber space) semua orang bisa berinteraksi dan berkomunikasi tanpa batas wilayah, usia, bahkan kadang tanpa norma dan etika. Kita lihat, informasi bukan lagi menjadi barang langka dan berharga yang sulit dicari, tetapi informasi mendekati dan menghampiri kita setiap hari. Hanya bermodalkan jari dan internet, informasi bisa dikonsumsi setiap hari," ujar alumni Akmil tahun 1986 ini.
Namun, katanya, kebebasan mendapatkan informasi dan kebebasan berkomunikasi di dunia maya ini jika tidak diimbangi dengan kemampuan literasi yang memadai akan jatuh pada disinformasi dan provokasi.
"Masyarakat menjadi sulit membedakan mana berita berdasarkan fakta atau narasi fiktif belaka.Masyarakat tidak lagi mencari kebenaran, tetapi justru mencari pembenaran dimana informasi akan dipercaya apabila sesuai dengan pandangannya sendiri," papar Hendri. (Antara/OL-09)
Dalam kesempatan tersebut Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ir Hamli ME meminta kepada para generasi muda yang merupakan kelompok besar diharapkan tidak boleh lagi untuk memilih bersikap diam (silent majority) dan tidak peduli terhadap kelompok-kelompok kecil yang selama ini telah menebarkan konten hoaks, fitnah dan adu domba yang dapat memecah belah
bangsa ini.
"Rakornas kali ini dengan tagline yang luar biasa menurut saya yaitu #beranidamaisaatnyaberaksi, itu adalah bentuk pengejawantahan bahwa kita tidak boleh lagi menjadi silent majority. Tapi minimal kita harus menjadi paling tidak sebelum jadi vokal majority, paling tidak bisa menjadi noisy majority," ujar Brigjen Pol. Hamli. (Antara/OL-09)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono mengunjungi dan berdialog dengan masyarakat di 4 titik Desa Siap Siaga Kecamatan Jamblang.
Penyuluh deradikalisasi Gunawan bercerita bagaimana mendekati para eks narapidana terorisme (napiter) dengan pendekatan yang lembut, manusiawi, dan membutuhkan waktu yang panjang.
KELOMPOK Ahli Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Bidang Kerjasama Internasional Darmansjah Djumala menegaskan pembubaran Jamaah Islamiyah (JI) pantas diapresiasi.
JUMARDI, yang akrab disapa Ardi, dikenal di kampungnya sebagai juragan ikan. Perjalanan hidup Ardi, yang pernah mengarungi masa kelam dalam aksi terorisme,
Pemerintah perlu menyiapkan program pencegahan yang lebih tepat dalam memecahkan akar masalah intoleransi hingga terorisme di tanah air.
Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai metamorfosis gerakan dan paham radikalisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved