Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR dari PPDS Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr Andhika Raspati mengungkapkan dampak negatif produk yang mendorong stimulasi otot menggunakan listrik atau electric muscle stimulation (EMS).
Menurut dia, jika rangsangan listrik yang diberikan terhadap otot terlalu banyak maka akan menyebabkan kerusakan jaringan atau sel otot.
"Hal itu dapat menimbulkan nyeri pada otot yang berkontraksi. Bila kerusakan berlangsung ekstensif atau luas, akan menimbulkan kerusakan yang lebih berat sehingga dapat juga memengaruhi fungsi ginjal," kata dokter KONI DKI Jaya di Jakarta, Selasa (18/2).
Baca juga: Empat Hari Sebelum Meninggal, Ashraf Terapi Emsculpt
Jika EMS diberikan berlebihan, sambung dia, akan terjadi abdominalisis yakni kondisi di mana sel jaringan otot pecah sehingga masuk ke dalam pembuluh darah yang akhirnya harus disaring melalui ginjal yang menyebabkan terganggunya kinerja ginjal.
"Meski demikian saya tidak tahu protokolernya seperti apa untuk bisa dikatakan (seperti klaim) 20.000 sit up dalam 30 menit. Kalau kita bicara EMS kan ada frekuensi dan intensitasnya," kata Andhika.
Baca juga: Kenali Serangan Jantung, Penyebab Meninggalnya Ashraf Sinclair
Meski saat ini banyak klinik yang menawarkan layanan EMS, namun dr Andhika sangat tidak menyarankan metode tersebut dilakukan tanpa latihan fisik lain.
"Saya tak pernah menganjurkan pada pasien untuk melakukan EMS saja tanpa latihan yang lain meski EMS ini merangsang kontraksi otot tapi enggak bisa disamakan dengan latihan konvensional," katanya.
Latihan fisik, menurut Andhika, sebenarnya juga melatih otak. "Otak juga dilatih bagaimana mengkoordinasikan gerak, bagaimana mengatur keseimbangan tubuh, bagaimana mengatur kontraksi otot tertentu. Itu sebuah efek latihan yang diharapkan juga," kata dia.
Baca juga: Manajer Pastikan Ashraf Sehat dan tidak Ada Riwayat Jantung
Apalagi jika latihan yang diinginkan adalah latihan kardio yang harus meningkatkan detak nadi.
Jika ingin mendapatkan tubuh ideal, harus melakukan aktivitas fisik dibarengi dengan mengatur pola makan dengan baik.
Mendiang Ashraf Sinclair pernah mengunggah video saat melakukan terapi Emsculpt di laman Instagram miliknya sekitar empat hari sebelum meninggal dunia.
Dalam unggahan yang terdiri dari tiga video pendek di laman Instagramnya, Ashraf menjelaskan metode Emscuplt yang sedang dia jalani yang terdiri dari tiga fase yakni pemanasan, work out, serta pendinginan.
"Untuk pemanasan otot, jantungmu akan berdetak lebih cepat dan mengirim aliran darah ke jantung. Pemanasan dilakukan selama dua menit," kata Ashraf dalam unggahannya.
Unggahan yang mengklaim bisa menguatkan otot dan meminimalisasi lemak setara dengan 20.000 gerakan sit up dalam 30 menit itu kini sudah dikomentari setidaknya 800 penguna Instagram. (X-15)
Mengingat usia buah hatinya yang masih sangat kecil, Nikita Willy lebih fokus pada pengenalan suasana dan nilai-nilai spiritual ketimbang praktik fisik berpuasa.
Bagi Atta Halilintar, keterlibatannya dalam Lamak Rasa adalah bentuk komitmen untuk mengangkat cita rasa lokal ke level yang lebih kompetitif.
Meski memiliki latar belakang profesi yang berbeda, Syifa Hadju dan El Rumi ternyata memiliki satu kesamaan prinsip: pantang menyantap makanan berat sesaat setelah azan Maghrib berkumandang.
Pandji mengatakan, sejak awal hingga akhir pemeriksaan, suasana yang terbangun cukup bersahabat. Ia menilai proses klarifikasi berjalan jelas dan runut, tanpa tekanan.
Tepat pada 27 Januari 2026, Maia Estianty genap berusia 50 tahun dan ia mengaku kini jauh lebih sadar akan pentingnya menjaga kebugaran tulang dan sendi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved