Rabu 29 Januari 2020, 16:30 WIB

BKKBN: Wapres Minta Pasangan yang akan Menikah Paham Stunting

Indriyani Astuti | Humaniora
BKKBN: Wapres Minta Pasangan yang akan Menikah Paham Stunting

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani
Kepala BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana) Hasto Wardoyo

 

KEPALA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo menyebut ada hal yang harus ditekankan pada pasangan usia subur yakni kualitas bukan kuantitas anak. Ia pun lantas meminta arahan dari Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin.

Hasto mendapat arahan dari Wapres salah satunya terkait pengaturan jarak kelahiran antaranak minimal 30 bulan, pencegahan pernikahan dini dan pemahaman stunting. Setiap individu yang akan menikah pun harus siap secara ekonomi dan mental, bukan sekadar siap biologis.

"Perkawinan dini dan ketidaktahuan calon orangtua menjadi faktor penyebab stunting pada anak. Beliau (wapres) menekankan supaya pasangan sebelum menikah diberikan konseling, harus tau tentang stunting," kata Hasto kepada media di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (29/1).

Mantan Bupati Kulon Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta itu, menjelaskan stunting merupakan kondisi tubuh pendek pada balita akibat kekurangan gizi kronik. Stunting juga berakibat pada tumbuh kembang kognitif seorang anak.

Baca juga: BKKBN Rancang Materi Kesehatan Reproduksi untuk Kurikulum

Ia juga menambahkan, kampanye slogan "Dua Anak Cukup" sudah harus diperbarui.

"Bagaimana kita bisa mempopulerkan program kependudukan keluarga berencana tidak dengan jargon 2 anak cukup tapi yang dikenal anak-anak milenial," ujar Hasto.

Hasto mengungkapkan tugas BKKBN untuk mengedukasi pasangan usia subur supaya angka stunting dapat diturunkan. Pada kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan adanya regulasi yang harus diselaraskan antarkementerian dan lembaga.

Ia mencontohkan, BKKBN meminta keluarga mengatur jarak kelahiran anak untuk mencegah stunting tetapi di Kementerian Sosial diberikan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) bagi keluarga penerima manfaat bantuan yang kembali memiliki anak.

"Kemensos kalau anaknya nambah ada balita dapat PKH. Kalau kami kan kalau bisa balita jangan banyak-banyak dong. Jarak antaranak 3 tahun," tuturnya.(OL-5)

Baca Juga

ANTARA/Fauzan

Penumpang Bus Bakal Diperiksa dengan GeNose C19

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Senin 25 Januari 2021, 08:19 WIB
Pemerintah sudah mengakui keakuratan GeNose C19 dalam memeriksa virus korona. Jika hasil positif maka penumpang bus diharamkan...
CDC

Banyak Dipalsukan, Ini Cara Bedakan Lianhua Resmi dan Ilegal

👤Zubaedah Hanum 🕔Senin 25 Januari 2021, 08:05 WIB
Produk Lianhua mengandung 13 herbal, dipasarkan di Tiongkok sejak wabah SARS pada 2003...
dok:Basarnas

TNI AD Bangun RS Darurat untuk Korban Gempa Sulbar

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 25 Januari 2021, 07:00 WIB
TNI AD membangun rumah sakit (RS) darurat untuk menampung pasien korban gempa di Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. RS lapang ini akan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya