Sabtu 25 Januari 2020, 21:25 WIB

Soal Vape, PBNU Tunggu Musyawarah Ulama

Antara | Humaniora
Soal Vape, PBNU Tunggu Musyawarah Ulama

Antara
Petugas Bea Cukai menunjukkan barang bukti cairan vape di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masih akan menunggu musyawarah ulama untuk memutuskan fatwa terhadap vape atau rokok elektrik. Musyawarah ulama rencananya digelar pada pertengahan Maret 2020.

"Kami menunggu musyawarah ulama dulu. Saya tidak berani. Tidak sembarangan menjatuhkan hukuman haram. Haram, wajib, sunah itu tidak sembarangan, harus musyawarah," kata Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj di Kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1).

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. (Antara)

Untuk rokok, kata dia, NU memfatwakan hukumnya makruh kalau tidak terdapat darurat penyakit dan haram saat berbahaya mengganggu kesehatan penggunanya.

Baca juga: Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Vape

Adapun Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah memfatwakan segala bentuk rokok elektronik atau vape hukumnya haram, mempertegas fatwa haram rokok yang sudah dikeluarkan sebelumnya.

Muhammadiyah memandang mengisap rokok elektronik mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan, bahkan perbuatan bunuh diri secara cepat atau lambat, yang dilarang menurut Alquran pada Surah Al Baqarah ayat 195 dan Surah An Nisa ayat 29.

Baca juga: Cukai Rokok Elektrik Sumbang Rp1 Triliun ke Kas Negara

Selain itu, menurut fatwa Muhammadiyah, mengisap rokok elektronik merupakan perbuatan yang membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan uapnya sebagaimana kesepakatan para ahli medis dan akademisi.

Baca juga: IDI Tolak Kerja Sama dengan Produsen Vape

Lantaran merokok elektronik diharamkan, belanja rokok elektronik merupakan perbuatan tabzir atau pemborosan yang dilarang menurut Alquran Surah Al Isra ayat 26 dan 27.

Penggunaan rokok elektronik disebut bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah, yakni pelindungan agama, pelindungan jiwa dan raga, pelindungan akal, pelindungan keluarga, dan pelindungan harta. (X-15)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Mustapa dan Usaha Produk Olahan Kelapa

👤Fathurozak 🕔Kamis 27 Januari 2022, 07:05 WIB
Lewat Kulaku, Mustapa dan beberapa temannya merancang bisnis produk turunan kelapa yang dipasarkan secara...
Dok. R Wisnu Nurcahyo

Konsorsium Peduli Gajah

👤R Wisnu Nurcahyo 🕔Kamis 27 Januari 2022, 06:10 WIB
GAJAH sumatra tersebar di tujuh provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan...
Dok. R Wisnu Nurcahyo

Menyelamatkan Gajah Sumatra

👤R Wisnu Nurcahyo 🕔Kamis 27 Januari 2022, 06:00 WIB
GAJAH merupakan spesies asli Nusantara yang sekaligus satwa kebanggan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya