Minggu 19 Januari 2020, 19:55 WIB

Faktor Mental Penyebab Perceraian di Indramayu

Nurul Hidayah | Humaniora
Faktor Mental Penyebab Perceraian di Indramayu

Ilustrasi
Perceraian

 

KETIDAKSIAPAN mental menjadi penyebab tingginya angka perceraian di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Ketidaksiapan itu yang membuat akhirnya pasangan suami istri tidak bisa mengatasi berbagai masalah di rumah tangga, termasuk masalah ekonomi.

Humas Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Indrmayu, Engkun Kurniati, menjelaskan jika sepanjang 2019 lalu jumlah kasus perceraian yang
diajukan mencapai 9.822 kasus.

''Dari jumlah tersebut, pengajuan yang diputuskan oleh hakim sudah mencapai 9.801 kasus,'' ungkap Engkun, kemarin.

Dari 9.801 kasus perceraian yang diputus sepanjang 2019 itu, sebanyak 6.046 kasus merupakan cerai gugat atau yang diajukan pihak
istri. Sedangkan sisanya yang mencapai 2.301 kasus, merupakan cerai talak atau yang diajukan pihak suami.

Diakui Engkun, kasus perceraian tersebut mengalami peningkan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2018 lalu, jumlah pengajuan
perceraian di Kabupaten Indramayu tercatat mencapai 8.681 kasus.

Dari jumlah tersebut, perceraian yang diputus oleh majelis hakim sebanyak 7.776 kasus. Sebagian besar pengajuan perceraian menurut Engkun dikarenakan alasan ekonomi.

''Namun jika dirunut ke akar persoalannya, sebenarnya lebih karena ketidaksiapan mental pasutri tersebut,'' ungkap Engkun.

Ketidaksiapan mental tersebut yang menyebabkan pasangan suami istri tidak siap menghadapi berbagai permasalahan yang ada di dalam rumah tangga, termasuk masalah ekonomi. Keputusan bercerai akhirnya diambil mereka.

''Ketidaksiapan berumah tangga salah satunya karena faktor usia yang masih muda,'' ungkap Engkun.

Mereka sudah berhasrat untuk segera menikah tanpa memikirkan bagaiaman rumah tangga itu dibangun. Jadi mereka lebih berfikir bagaimana nanti bukan nanti bagaimana.

Terpisah, Plt Bupati Indramayu, Taufik Hidayat, mengaku sudah mendapatkan laporan mengenai tingginya kasus perceraian warganya.

''Kami tentu sangat prihatin. Kita harus mulai mengurai satu persatu faktor penyebabnya dan memberikan solusi untuk mengatasinya,'' ungkap Taufik. (OL-11)

 

 

Baca Juga

Dok GPDRR

15 Orang yang Positif saat GDPRR di Bali Tengah Jalani Isolasi

👤Indriyani Astuti 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:32 WIB
Adapun delegasi, maupun peserta yang mengikuti acara secara luring memasuki lokasi acara telah dinyatakan negatif dari virus...
MI/ROMMY PUJIANTO

Buya Syafii Maarif Penganjur Islam Damai

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 27 Mei 2022, 12:05 WIB
Buya Syafii merupakan tokoh Muhammadiyah yang berusaha menjaga organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia itu dari godaan politik...
ANTARA

Buya Syafii Maarif akan Dimakamkan di Pemakaman Muhammadiyah Kulonprogo

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 11:51 WIB
Jenazah almarhum yang akrab disapa Buya Syafii ini dibawa ke Masjid Besar Kauman untuk disemayamkan dan disholatkan selepas Jumatan hingga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya