Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS pneumonia (infeksi/peradangan akut di jaringan paru) berat dari jenis baru Coronavirus merebak di Kota Wuhan, Tiongkok, awal tahun ini. Kasus serupa dilaporkan juga terjadi di Singapura, Seoul, Thailand dan Hongkong.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyarankan masyarakat untuk waspada terhadap gejala-gejala yang berpotensi menyebabkan pneumonia di antaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas. Pasalnya, belum ada vaksin untuk pneumonia yang terjadi di Wuhan.
Menurut dr. Erlina Burhan dari Pokja Infeksi Pengurus Pusat PDPI, pneumonia di Tiongkok disebabkan oleh virus bernama coronavirus yang juga menjadi pemicu penyakit pernapasan lain seperti Severe Acute Respiratory Infection (SARS) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Namun, coronavirus yang ada pada pneumonia Tiongkok adalah jenis baru dari virus tersebut.
"Ini bukan korona virus yang menyebabkan SARS atau MERS sebelumnya, tapi katanya korona virus yang lebih baru lagi. Jadi virus ini terus bermutasi," kata Erlina di Rumah PDPI, Jakarta Timur, Jumat (17/1).
Oleh karena itu, vaksin pneumonia yang ada seperti Vaksi Pneumokokus, Vaksi Pneumokokus PPSV23 dan Vaksin Haemophilus influenzae tyle B (Hib) tidak bisa digunakan untuk menangkal pneumonia baru dari Wuhan.
"Vaksin itu kan tujuannya supaya seseorang punya imunitas terhadap kuman atau virus tertentu. Kalau suatu produk hanya dikhususkan untuk pneumokokus, maka dia akan memberikan imunitas terhadap pneumokokus. Kalau kumannya lain ya enggak (bisa)," ungkapnya.
"Yang sekarang ini, coronavirus baru, yang diidentifikasi sebagai penyebab pneumonia Wuhan ini belum ada vaksinnya. Jadi gak boleh juga masyarakat membabi-buta ke mana-mana minta vaksin," imbuhnya.
PDPI juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik.
"Apakah semua orang yang batuk, demam, sesak itu langsung panik? Tidak juga. Ini kan kasusnya masih terbatas. Apalagi WHO mengatakan kasus ini belum terbukti terjadi penularan dari manusia ke manusia," tuturnya.
"Yang ada baru laporan bahwa orang-orang yang dirawat di Wuhan ini sebagian besar bekerja di fish market yang juga ada unggas di situ. Jadi belum tahu ini dari ikan atau unggasnya," sambung Erlina.
Baca juga: Jepang Waspada Virus Pneumonia
Terpenting, masyarakat harus tetap memperhatikan kesehatan dengan melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata, serta setelah memegang instalasi publik.
Selain itu, penting untuk mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik.
"Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan alkohol 70-80%," jelasnya.
Dia juga menyarankan untuk menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika bersin atau batuk.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Umum PDPI dr. Agus Dwi Susanto.
"Jadi yang terpenting masyarakat paham, jangan termakan pemasaran harus vaksin. (Itu) Tidak memproteksi terhadap pneumonia Wuhan," ujarnya.
Agus juga menyebut Pneumonia Wuhan ini masuk new emerging desease.
"Ini baru, WHO juga masih menyelidiki," pungkasnya.(OL-5)
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
SELESMA atau kondisi yang kerap disebut sebagai pilek oleh orang awam merupakan kondisi yang umumnya tidak membahayakan, tetapi pada kasus tertentu bisa sebabkan pneumonia.
AKTOR sekaligus produser Hollywood Leonardo DiCaprio, 51, mengungkapkan dirinya mengidap pneumonia dan berjuang dalam upaya penyembuhan total.
Leonardo DiCaprio mengungkap sedang pulih dari pneumonia. Ia mengingatkan siapa pun dapat terkena infeksi serius ini.
RSV merupakan virus pernapasan yang mudah menular dan berbahaya bagi bayi. Kenali gejala, risiko komplikasi, serta langkah pencegahan untuk melindungi anak.
Jimmy Cliff, seorang musisi dari Jamaika yang berkontribusi signifikan dalam memperkenalkan musik reggae ke dunia, telah berpulang di usia 81 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved