Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Negeri Yogyakarta (UNY) menargetkan masuk pada posisi ke-70 versi QS ASEAN dan peringkat 451 Asia serta peringkat 801 dunia atau naik 15 peringkat dari 2019 di tahun 2020.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, Sutrisna Wibawa, mengatakan, untuk meraih posisi itu, arah kebijakan UNY difokuskan pada upaya menjadi rujukan mutu pendidikan, menumbuhkan kreativitas dan inovasi, meningkatkan daya saing mahasiswa dan meningkatkan repurtasi akademik. Fokus itu akan diterjemahkan dalam program-program konkret.
"Seperti meningkatkan jumlah guru besar, doktor, meningkatkan layanan berbasis IT di kampus, hingga mempublikasikan lebih banyak lagi karya jurnal," kata Sutrisna, Kamis (26/12).
Untuk tahun ini, UNY telah menambah 14 Guru Besar baru dan 11 di antaranya sudah dilantik. Dengan tambahan Guru Besar baru itu, UNY telah mencatat adanya 147 Guru Besar.
Lebih lanjut, saat ini UNY memiliki dosen atau tenaga pengajar dengan komposisi 369 orang atau 34,5% bergelar doktor.
"Masih ada ratusan dosen yang sedang belajar S3 dengan harapan dalam waktu dekat akan selesai," jelasnya.
Ke depan, lanjutnya, UNY mendorong setidaknya komposisi dosen bergelar guru besar sebanyak 15% dan 50-60% bergelar Doktor.
"Target 2020, 8% profesor. Artinya, 2020 kami menargetkan tambah 10 Guru Besar," imbuhnya.
Di sisi kemahasiswaan, pada 2019, rata-rata lulusan S1 UNY memiliki IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 3,49 dengan masa studi 4,56 tahun atau sekitar 40% lulus dengan predikat Cumlaude.
Baca juga: UNY kembali Sandingkan Gelar LIMA Futsal
Sutrisna pun menyampaikan soal pembangunan sekolah vokasi di Gunungkidul akan menjadi prioritas UNY seiring permintaan hibah tanah seluas 4,8 hektare dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
"Pada 2020, kampus akan dibangun dan langsung membuka pendaftaran pada bulan Juli," ungkapnya.
Ada delapan prodi yang akan dibuka oleh UNY di Gunungkidul di antaranya Pengelolaan Usaha Rekreasi, Logistik Perdagangan Internasional, Bisnis Kreatif, Bisnis Digital, Tata Boga, Tata Busana, Akuntansi dan Teknik Informatika.
Sekolah Vokasi ini, lanjutnya, didirikan mengacu dengan prioritas pemerintah dalam mengembangkan pendidikan yang link and match dengan dunia industri, sehingga menerapkan sistem multi entry multi exit.
Melalui sistem ini, mahasiswa bisa memilih hendak menjalani kuliah dalam jenjang D1/D2/D3/D4, sesuai kebutuhan masing-masing. Pembangunan Kampus Gunungkidul rencananya akan dimulai pada Januari 2020.
"Melalui program dan komitmen untuk terus berinovasi, kami berharap apa yang akan dikerjakan di tahun 2020 berkontribusi untuk target jangka panjang sesuai visi misi UNY: menjadi universitas kependidikan berkelas dunia di tahun 2025," pungkasnya.(OL-5)
Sertifikasi yang merupakan syarat fundamental guna memasuki pasar kerja global, akan dimaksimalkan supaya bisa dilakukan di dalam negeri.
Lulusan pendidikan Vokasi dituntut tidak hanya adaptif, tetapi juga memiliki kompetensi digital yang kuat agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempertegas komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) industri yang unggul melalui penyelenggaraan Wisuda Serentak Politeknik.
Kemendikdasmen melalui Ditjen Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pendidikan inklusif.
Kemitraan berkelanjutan mampu memberikan manfaat berlapis, salah satunya memperkuat kapasitas institusi pendidikan sebagai penyedia talenta.
Kegiatan edukasi investasi di SMK Metland  menunjukkan komitmen kuat dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi muda yang melek finansial sejak dini.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved