Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) bersama Kementerian Koordinator Politik dan Hukum (Kemenkopolhukam), Kemenko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) serta 17 Kementerian dan Lembaga meluncurkan dokumen Rencana Aksi Nasional Ketahanan Kesehatan di Indonesia 2020-2024 di Auditorium Siwabessy, Kementerian Kesehatan, Jakarta.
Dokumen tersebut merupakan dokumen wajib bagi negara anggota WHO untuk memiliki kemampuan mencegah, mendeteksi dan merespon secara cepat dan akurat setiap ancaman kesehatan masyarakat yang berpotensi menyebar antarnegara dan menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat hingga meresahkan dunia.
Sebagai tindak lanjut dari dokumen tersebut, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dihadapan jajaran direksi Biofarma serta perwakilan Komisi Fatwa menekankan pentingnya pengembangan vaksin dengan ongkos produksi murah namun memiliki manfaat yang besar bagi ketahanan kesehatan nasional.
Terawan berpesan agar Biofarma fokus sesuai dengan core bussiness yang dimiliki. Fokus pada pengembangan vaksin yang mampu mencegah, mendeteksi dan merespons penyakit pandemi yang berpotensi mengancam ketahanan kesehatan. Menurutnya, langkah tersebut jauh lebih optimal dan bermanfaat.
“Kalau mau diversifikasi usaha jangan membuat diversifikasi yang membebani, tidak ada nilai tambahnya, tidak membuat quality of life nya meningkat. Buat yang murah dan menolong orang, pasti berkahnya banyak,” kata Menkes dalam keterangan resmi, Rabu (25/12).
Baca juga: Vaksinasi HPV Lambat, Komitmen Pemerintah Dipertanyakan
Terawan pun menekankan agar mengurangi proses impor barang setengah jadi. Pasalnya, hal ini bisa mengancam ketahanan kesehatan nasional.
“Ingat batasi impor bahan setengah jadi, kita kan nggak tau halal atau enggak karena setengah jadi, nanti pertahanan kita malah jebol,” ungkapnya.
Atas diperolehnya predikat Center of Excellence, Terawan meminta agar kepercayaan dari anggota negara OKI tersebut bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kemaslahatan umat terutama dalam hal peningkatan produksi vaksin halal.
“Kita harus bertanggung jawab terhadap produk-produk kita, karena ini adalah negara mayoritas Islam, otomatis kita mengedepankan produk halal. Jadi kalau produknya mau keluar seharusnya sudah tersertifikasi halal,” tutur Terawan.
Usai pertemuan, Terawan mengunjungi Center of Excellence Facilities Vaccines and Biotechnology Products. Ada beberapa ruangan yang dikunjungi Menkes di antaranya Ruang Kultivasi, Ruang Preparasi, serta Ruang Purifikasi dan Konjugasi.(OL-5)
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Program vaksinasi PMK juga dilakukan secara serentak dalam dua periode secara nasional.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Antisipasi lonjakan kasus, Kemenkes siapkan layanan vaksinĀ campak (vaksin MR) di posko mudik Lebaran 2026, terutama di bandara dan pelabuhan. Cek detailnya!
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan campak menjelang periode mudik dan libur Lebaran.
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyayangkan influencer Ruce Nuenda yang keluyuran atau beraktivitas di ruang publik saat sakit campak.
PREVALENSI obesitas nasional pada penduduk berusia sekitar 18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan. Angka ini naik dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved