Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA kasus kekerasan seksual kepada anak-anak beberapa waktu terakhir, cukup menyita perhatian masyarakat. Tidak sedikit tindakan-tindakan asusila tersebut dilakukan oleh orang terdekat.
Tanpa adanya pemahaman mengenai pendidikan seksual, anak akan sulit untuk melawan perlakuan menyimpang tersebut. Sayangnya, masih banyak orang tua dan masyarakat yang merasa tabu dan apatis untuk membicarakan seksualitas kepada anak.
Padahal, mengajarkan pendidikan seks kepada anak sejak dini bisa menjadi imun yang akan membantu anak untuk membentengi diri dari risiko kekerasan maupun pelecehan seksual di kemudian hari.
Apalagi dengan semakin transparannya berbagai informasi yang bisa diakses lewat internet, sangat memungkinkan bagi sebagian besar anak dan remaja memanfaatkannya sebagai media penolong dalam memenuhi rasa keingintahuannya mengenai seks.
Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiwa Fakultas Ilmu Komunikasi Public Relations, Universitas Mercu Buana (UMB), menggelar Workshop Kuliah Peduli Negeri dengan tema 'Pendidikan Seksual Pada Anak Usia Dini' di RPTRA Manuver, Meruya Selatan, Jakarta.
Kegiatan Workshop Kuliah Peduli Negeri mendapat dukungan dari MR Group, milik pengusaha Maya Miranda Ambarsari.
Ester Elvina Pakpahan, panita acara Kuliah Peduli Negeri UMB mengatakan pendidikan seks bisa ditanamkan sejak dini saat anak mulai mengajukan pertanyaan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan seksualitas.
Dari hal tersebut, menurut Ester, orang tua mulai menanamkan pendidikan seks mulai dari tingkat yang paling dasar seperti pengenalan organ tubuh dan fungsinya.
"Sejak kecil anak-anak harus diberikan edukasi seksualitas, kenapa tidak boleh atau dilarang melakukan ini dan itu, apa yang harus dilakukan dan dijaga, supaya mereka punya integritas diri, tahu ada bagian penting dari tubuhnya yang tidak boleh dipegang orang lain atau diekspos," jelas Ester.
"Agar anak tumbuh menjadi generasi muda yang berkualitas, ada baiknya orang tua memberikan informasi seputar seks sejak dini,” tuturnya.
Kegiatan Workshop tentang pendidikan seks kepada anak sejak dini menjadi pintu gerbang bagi anak-anak untuk lebih tahu bagaimana berprilaku dan berperan sesuai dengan gendernya.
Selain itu, mereka juga akan lebih memahami prilaku seksual yang seharusnya dilakukan, memahami kesehatan dan perkembangan reproduksi, hubungan laki - laki dan perempuan serta batasan-batasan yang tidak boleh diabaikan
"Kami menghimbau orang tua, mari kita mulai menjaga anak, memberikan edukasi seksualitas kepada anak, tidak hanya orang tua tapi orang-orang di sekitar juga berkewajiban untuk melindungi anak-anak,” tutur Ester..
Kegiatan yang dilaksanakan 11 Desember 2019 itu dihadiri sejumlah siswa/i serta orang tua dari Pendidikan Anak Usia Dinan (PAUD) Amari serta PAUD Kenanga. Peran orang tua sangat penting untuk mendampingi anak memberikan arahan-arahan yang baik agar anak memahami serta mampu menjaga organ seksualnya dengan baik dan benar.
Sementara itu, dosen pengampu Kuliah Peduli Negeri UMB, Nurhayani Saragih, mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengimplementasian nyata Tri Darma Perguruan Tinggi yang diberikan mahasiswa kepada masyarakat.
"Dengan mereka terjun langsung ke masyarakat menjadi bagian dari tri darma yaitu Pengabdian Pada Masyarakat. Dalam hal ini, mahasiswa sendiri yang harus memberikan pelatihan atau pendidikan kepada masyarakat, salah satunya dalam tema Pendidikan Seks Pada Anak Usai Dini," ujarnya.
Menurut Nurhayani, tema mengenai pendidikan seksual kepada anak usia dini menarik dan dapat menjadi pembentukan akhlak sejak dini agar anak-anak Indonesia memiliki benteng yang kuat untuk menjaga dirinya dari berbagai kekerasan seksual dan pornografi yang dapat merusak masa depannya. (OL-09)
FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari 56 perguruan tinggi se-Indonesia yang berdialog langsung dengan pelaku industri Malaysia.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog strategis antara perguruan tinggi dan mitra industri untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan dinamika dan tuntutan dunia profesional.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik lintas negara dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui sinergi antarinstitus.
Dekan FPsi UNJ, Gumgum Gumelar, menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan dunia kerja dalam menyiapkan lulusan psikologi yang adaptif, kompeten.
Berdasarkan rilis resmi THE WUR 2026, UNJ menempati peringkat dunia 1501+ dengan skor keseluruhan 10,3–27,2
Asupan gula berlebih bukan sekadar masalah kalori, melainkan ancaman bagi metabolisme anak yang masih dalam tahap perkembangan.
Jika kadar vitamin D rendah, kalsium yang seharusnya menjadi struktur utama kekuatan tulang tidak dapat terserap maksimal oleh tubuh.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Pada fase krusial saat mengonsumsi MPASI, anak perlu diperkenalkan dengan berbagai spektrum rasa agar mereka lebih terbuka terhadap variasi pangan di kemudian hari.
Kondisi emosional adalah faktor penentu utama kemampuan anak dalam menyerap pelajaran.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved