Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo dijadwalkan membuka Musyawarah Nasional XIII Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) di Sanur, Kota Denpasar, Bali, besok.
''Kami berharap Beliau (Presiden-red) hadir dalam pembukaan Munas sebagai Presiden Republik Indonesia sekaligus sebagai alumni UGM, '' kata Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama sekaligus Ketua Umum Munas XIII Kagama Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana, di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar, hari ini.
Pihaknya sangat berharap Presiden Jokowi untuk hadir dalam Munas XIII Kagama, meskipun disadari agenda orang nomor satu di Indonesia itu sangat padat. '
'Baru kemarin Beliau mengumpulkan para gubernur, bupati/wali kota, DPRD, Pangdam, Kapolda, Danrem, Kejati dalam satu forum. Dalam rentang waktu sebulan ini memang Beliau lebih fokus untuk menyampaikan apa yang menjadi visi Beliau, apa yang harus dikerjakan secara solid ke depan. Dalam bahasa Beliau, jangan sending-sending saja, tetapi harus delivered, itu harus satu garis lurus antara pemerintah pusat,
menteri, dan pemerintah daerah,'' ucapnya.
Munas Kagama yang berlangsung dari 14-17 November mendatang akan mengangkat tema Kagama Bersinergi untuk Indonesia Maju.
Selain rencananya dihadiri Presiden, sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju yang juga anggota Kagama juga direncanakan hadir seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
''Melalui Munas ini kami ingin memberikan sumbangan gagasan dan berkontribusi untuk Indonesia Maju, jadi kami tidak hanya berbicara untuk konsolidasi organisasi dan pemilihan ketua umum,'' ujarnya. (OL-11)
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved