Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGATUR pola makan dengan memilih nutrisi yang tepat, konsultasi tenaga medis, dan minum obat dari dokter menjadi langkah tepat bagi penderita diabetes untuk mengontrol gula darah agar stabil. Hal itu digaungkan dalam acara Gerakan Lawan Diabetes Bersama Dia yang diselenggarakan PT Kalbe Farma di Lotte Shopping Avenue, Jakarta, kemarin. Acara itu digelar dalam rangka Hari Diabetes Sedunia pada 14 November.
Dokter spesialis gizi Klinik dari RSCM, MRCCC, dan Jakarta Heart Centre Fiastuti Witjaksono mengungkapkan pola makan bagi penderita diabetes bukan mengurangi porsi makan. "Jalankan pola makan dengan gizi seimbang yang mengandung karbohidrat baik dengan indeks glikemik rendah, tinggi serat, vitamin, dan mineral," ujar Fiastuti.
Pola makan bagi penyandang diabetes, terang Fiastuti, terdiri dari tiga prinsip 3J, jadwal, jumlah, dan jenis. Penyandang diabetes disarankan makan 3 kali sehari dan 3 kali selingan setiap 3 jam sekali. Selain itu, jumlah kebutuhan kalori harian harus disesuaikan dengan berat badan, usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik.
Pada kesempatan yang sama, konsultan metabolik endokrin Fatimah Eliana menyatakan masyarakat harus diedukasi mengenai bahaya penyakit diabetes. "Diabetes adalah silent killer dan ibu dari berbagai penyakit degeneratif seperti stroke, hipertensi, dan jantung koroner. Banyak orang yang tidak sadar dirinya menyandang diabetes," kata Eliana. Ia menuturkan, masyarakat harus peka terhadap gejala diabetes yang sering kali tidak disadari.
"Mengontrol diabetes adalah komitmen harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Pengontrolan dan penanganan tepat dapat menghindari komplikasi akibat diabetes," imbuhnya.
Group Business Unit Head of Special Needs Nutrition Kalbe Nutritionals, Kiki Maria Sembiring, mengungkapkan Diabetasol menjadi solusi nutrisi bagi penyandang diabetes untuk membantu mereka mengatur pola makan harian. (Ata/H-3)
Penderita diabetes tetap dapat berpuasa dengan aman asalkan melakukan persiapan yang tepat.
Laporan medis terbaru menunjukkan lonjakan kasus diabetes tipe 2 yang signifikan pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
DI 2026, anggapan bahwa diabetes melitus adalah penyakit orang tua telah resmi terpatahkan.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Simak saran Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K) mengenai waktu olahraga terbaik dan pola makan bagi penderita diabetes serta hipertensi selama bulan Ramadhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved