Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI berlebihan makanan dengan jumlah kandungan lemak trans tinggi seperti gorengan, bisa menempatkan Anda pada risiko terkena penyakit Alzheimer.
Para peneliti, seperti dilansir Medical Daily, menemukan konsumsi makanan olahan dengan jumlah lemak trans yang tinggi berkontribusi mengembangkan gangguan otak. Sebuah studi baru dalam jurnal Neurology, menunjukkan, kadar lemak trans yang lebih tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko alzheimer sebesar 50%-75%. Temuan ini peneliti dapatkan setelah mengikuti lebih dari 1.600 orang di Jepang selama 10 tahun untuk melihat dampak diet terhadap kesehatan mereka.
"Penelitian ini menggunakan kadar lemak trans dalam darah, daripada kuesioner diet yang lebih tradisional, yang meningkatkan validitas ilmiah dari hasilnya," kata Richard Isaacson, Direktur Klinik Pencegahan Alzheimer di Weill Cornell Medicine, New York.
Orang-orang yang mengonsumsi lebih banyak kue manis ternyata memiliki kadar lemak trans tertinggi dalam darah mereka. Temuan terbaru ini mendukung bukti asupan lemak trans dapat meningkatkan risiko penyakit alzheimer. (Ant/H-2)
Sebuah studi selama 25 tahun di Swedia mengungkap kaitan antara konsumsi keju full-fat dengan penurunan risiko Alzheimer.
Bukan cuma soal jumlah, jenis karbohidrat yang Anda konsumsi berdampak pada kesehatan otak. Simak bagaimana diet rendah glikemik dapat menurunkan risiko Alzheimer.
Penelitian terbaru mengungkap bahaya lonjakan gula darah setelah makan terhadap kesehatan otak. Risiko Alzheimer meningkat drastis tanpa terlihat melalui kerusakan fisik otak.
Seorang remaja 19 tahun di Tiongkok didiagnosis penyakit Alzheimer tanpa mutasi genetik yang diketahui. Kasus langka ini mengubah pemahaman ilmuwan tentang usia dan mekanisme awal Alzheimer.
Peneliti berhasil mengembangkan protein sensor untuk melacak sinyal glutamat di otak secara real-time. Penemuan ini membuka tabir cara otak belajar dan memproses memori.
Penelitian terbaru selama 25 tahun menemukan kaitan antara konsumsi keju tinggi lemak dengan penurunan risiko demensia. Simak fakta menariknya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved