Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERATAAN di bidang pendidikan memang perlu terus diupayakan. Jangan bayangkan kondisi pendidikan yang ada di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) sama dengan di kota.
Selain minimnya fasilitas pendidikan, masalah kekurangan tenaga guru selalu melingkupinya. Untuk menyiasati hal itu, Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para prajurit TNI di Padang, Sumatra Barat.
"Pembekalan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi prajurit TNI agar dapat membantu mengajar di satuan pendidikan daerah 3T di Kalimantan Barat," ujar Dirjen GTK Supriano saat meninjau pembekalan itu.
Kegiatan yang digelar hingga Jumat (8/11) ini diikuti 450 prajurit TNI dari Batalyon 133 Yudha Sakti, Sumbar. Para peserta dibagi ke dalam sembilan kelas dan dibekali lima materi sejak pukul 07.15 hingga petang, yaitu pendidikan karakter, bela negara, calistung, kecakapan hidup, dan kepanduan. Ada 16 narasumber yang memberikan pembekalan, dari Kemendikbud dan perguruan tinggi.
Supriano menambahkan, kehadiran prajurit di kawasan 3T diharapkan dapat membantu satuan pendidikan yang kekurangan guru karena lokasi yang sulit dijangkau. "Para prajurit sebagai pelengkap bukan pengganti guru. Ketika di satuan pendidikan tidak ada guru, kami mohon prajurit bisa mengisi kekosongan sambil menunggu guru yang akan dikirim Kemendikbud," kata Supriano.
Eka Adi Surya, 23, anggota TNI yang turut menjadi peserta bimtek mengakui pembekalan yang diikuti memberinya gambaran tentang langkah dan materi apa yang harus dia lakukan jika 'menjadi guru' di daerah perbatasan.
"Saya ingin mengajar tentang bela negara dan kewarganegaraan jika nanti diminta untuk membantu mengajar di Kalimantan Barat," ucap Eka yang mengaku sudah menyiapkan fisik dan mentalnya jelang bertugas ke kawasan 3T pada 27 November mendatang. (Atikah Ishmah W/H-1)
antara niat baik kebijakan dan keterbatasan struktur. Di titik inilah kesejahteraan guru non-ASN menjadi cermin cara negara mengelola tanggung jawabnya sendiri.
FOKUS pemerintah terhadap dunia pendidikan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kepada guru saat ini sangat luar biasa
Sulianto Indria Putra, melalui komunitas TWS, menginisiasi bantuan finansial dan dukungan materi yang dirancang untuk bersifat jangka panjang, bahkan seumur hidup bagi para guru tersebut.
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
Dengan 98.036 Guru lulus PPG Batch 4, total guru binaan Kemenag yang telah tersertifikasi hingga saat ini mencapai 659.157 Guru.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved