Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERALIHAN musim kemarau ke musim hujan pada masa pancaroba memicu cuaca ekstrem.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada potensi bencana seperti puting beliung dan hujan es yang mungkin terjadi saat masa transisi tersebut.
Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca, Deputi Meteorologi BMKG, Miming Saepudin, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem umumnya terjadi pada musim transisi dan diprakirakan terjadi di wilayah Sumatra Selatan dan pulau Jawa.
"Cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut hingga pertengahan November karena setelah itu sudah mulai masuk musim hujan," terangnya dalam konferensi pers mengantisipasi ancaman bencana satu bulan mendatang di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Kamis (31/10).
Potensi bencana yang terjadi pada musim pancaroba antara lain, imbuhnya, puting beliung, hujan es, dan hujan lebat dan disertai petir. Munculnya cuaca ekstrem pun dapat diprediksi.
Miming menyampaikan sebelum munculnya hujan es dan puting beliung, ada karakteristik yaitu perbedaan suhu yang sangat mencolok antara pagi dan siang atau sore hari. Fenomena itu menurutnya sangat mudah dikenali.
"Pada saat pagi kondisi sangat panas dan pertumbuhan awan cepat, uap air sangat banyak dan lebat. Siang atau sore terjadi hujan dan angin kencang. Pada musim pancaroba hujannya sebentar," tuturnya.
Baca juga: Januari 2020 Diprediksi Puncak Musim Penghujan
Mengenai suhu panas yang meningkat signifikan beberapa waktu lalu, Miming menyampaikan suhu panas yang tercatat mencapai 39 derajat celcius sudah lewat.
Dari pantauan BMKG, kisaran maksimum suhu di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara 35 derajat celcius. Hal itu, terangnya, disebabkan karena sudah banyak curah hujan yang mulai turun sehingga suhu kembali normal.
Suhu panas yang signifikan, imbuhnya, disebabkan oleh posisi matahari yang berada tegak lurus di wilayah-wilayah tersebut sehingga mengakibatkan radiasi matahari maksimum (biasa disebut kulminasi matahari).
"Ketika kulimnasi maksimum dan cerah tidak ada awan, menimbulkan cuaca panas," terangnya.
Untuk musim hujan yang sudah mulai di beberapa wilayah, BMKG memprakirakan potensi curah hujan normal dan tidak terlalu ekstrem. Meski demikian, masyarakat diminta untuk mengantisipasi bencana yang mungkin dapat terjadi seperti banjir atau pohon tumbang.
"Cek saluran pembuangan air (drainase) dan pangkas dahan pohon yang terlalu rimbun," tukasnya. (A-4)
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
hujan dengan intensitas sedang – lebat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Jembrana, Bangli, Gianyar, Karangasem, Klungkung, Buleleng
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Anak-anak hingga dewasa rentan menderita sakit lantaran pada musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang terlalu ekstrem.
WILAYAH Indonesia saat ini memasuki pancaroba atau pola peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau. Sehingga jangan heran jika hujan masih mengguyur sejumlah daerah.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Untuk menghindari risiko penyakit pernapasan karena polusi, sebelum keluar rumah masyarakat bisa mengecek kualitas udara dari sosial media atau aplikasi terkait.
BMKG menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba, yaitu transisi dari musim hujan menuju musim kemarau
Melindungi Si Kecil dari paparan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan masker di sekolah, tempat umum, dan tempat ramai lainnya (untuk anak berusia lebih dari 2 tahun).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved