Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA taksonomi kembali dihebohkan dengan sebuah temuan baru. Adalah Megophrys kalimantanensis atau katak tanduk yang menjadi temuan terbaru itu.
Katak jenis baru ini ditemukan tim peneliti dari sejumlah lembaga. Mereka berasal dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kyoto University Jepang, Aichi University of Education Jepang, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Negeri Semarang.
Peneliti bidang herpetologi Pusat Penelitian Biologi LIPI Amir Hamidy mengatakan, katak jenis baru ini ditemukan dalam ekspedisi yang dilakukan di Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur, Bario, Sarawak, dan Pegunungan Crocker di Sabah, Malaysia.
Penemuan jenis baru ini dipublikasikan di jurnal Zootaxa volume 4.679. Morfologi katak tanduk kalimantan sangat mirip dengan katak tanduk pinokio (Megophrys nasuta) yang tersebar luas mulai Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaya, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya.
"Spesimen pertama dari jenis baru ini sebetulnya sudah dikoleksi pada 2008 oleh peneliti senior Pusat Penelitian Biologi LIPI Irvan Sidik, tetapi dengan nama katak tanduk pinokio," ujar Amir dalam pernyataan resmi, Jumat (4/10).
Sejumlah kegiatan ekspedisi lapangan di kawasan Pegunungan Meratus kemudian dilakukan kembali sampai 2019. "Di ekspedisi kali ini tidak hanya spesimen individu dewasa yang dapat dikoleksi, tetapi juga koleksi kecebong dan suara yang dihasilkan individu jantan," ungkapnya.
Melalui pendekatan morfologi, molekuler dan akustik, spesimen yang sebelumnya diduga sebagai katak tanduk pinokio ternyata merupakan jenis yang berbeda dan belum memiliki nama ilmiah.
Jika dibandingkan dengan katak tanduk pinokio, jenis baru ini memiliki tanduk (dermal accessory) pada bagian moncong dan mata yang lebih pendek. Selain itu, terdapat sepasang lipatan lateral tambahan pada sayap.
Pada saat berudu, katak ini berwarna cokelat tua yang condong ke oranye-cokelat dan berubah menjadi cokelat pucat pada saat dewasa. Secara akustik, suara individu jantan dari jenis baru ini memiliki variasi yang lebih banyak dan lebih panjang jika dibandingkan dengan katak-tanduk pinokio.
"Berdasarkan hasil analisis dari tiga metode pendekatan tersebut, kami menyimpulkan bahwa jenis ini merupakan jenis baru dan kemudian diberi nama Megophrys kalimantanensis," jelas Amir.
Pemberian nama Kalimantanensis merupakan toponim dari nama pulau Kalimantan. (Aiw/X-6)
Ilmuwan temukan empat spesies baru "springtail" di Cagar Alam Yintiaoling, Tiongkok. Meski sekecil butiran beras, makhluk ini punya peran besar bagi kesehatan tanah.
Ilmuwan temukan Corallizoanthus aureus, spesies karang baru di kedalaman 384 meter yang mampu memancarkan cahaya hijau. Penemuan pertama di gua laut dalam!
Peneliti di Jepang menemukan hewan mungil bermata enam dengan warna biru cerah yang ternyata merupakan spesies baru.
Spesies baru yang digali di Kawah Haughton di Pulau Devon, Nunavut, diberi nama Epiatheracerium itjilik. Nama spesiesnya, "itjilik", berarti "beku" atau "embun beku"
Tiga spesies baru ikan siput (snailfish) berhasil ditemukan di kedalaman Samudra Pasifik.
Spesies ini diberi nama Morchella rinjaniensis, merujuk pada lokasi penemuannya, dan menjadi spesies jamur Morchella tropis pertama dari Indonesia yang dideskripsikan secara ilmiah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved