Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Restorasi Gambut (BRG) ditargetkan merestorasi lahan gambut seluas 2,49 juta hektare hingga 2020. Untuk mewujudkan upaya tersebut, mereka menggandeng masyarakat melalui program Desa Peduli Gambut.
Kepala Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG Harris Gunawan mengatakan, pihaknya menargetkan sebanyak 1.000 desa tergabung dalam program ini sebagai bagian dari upaya mendukung pembasahan gambut.
"Selama 3,5 tahun, kami bekerja dengan masyarakat yang secara kelembagaan disebut sebagai pokmas, kelompok masyarakat, yang melakukan pembasahan lahan gambut dengan pembangunan infrastruktur seperti sekat kanal, sumur bor, penanaman, dan lain sebagainya," ujarnya dalam Diskusi Penanganan Bencana di Jakarta, Rabu (2/10).
Menurut Harris, BRG melalui Kedeputian 3 memiliki program Sekolah Lapang khusus untuk Desa Peduli Gambut yang memberikan pendidikan kepada masyarakat agar bisa beralih mata pencahariannya sehingga tidak lagi menganggu keberadaan lahan gambut.
"Di desa-desa peduli gambut kita mendidik masyarakat mengolah lahan tanpa membakar dan membudidayakan tanaman seperti sagu. Target kami 1.000 desa, sekarang masih sekitar 360 desa. Jadi kita dengarkan masyarakat maunya apa, ternak sapi, ternak itik, perikanan, itu BRG punya mekanisme pemberian bantuan, dengan catatan memang desa tersebut mendapat program pembasahan gambut," ungkapnya. (A-2)
Keberhasilan Indonesia mencapai target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 sangat bergantung pada percepatan restorasi gambut.
Kemudian, memastikan masyarakat lokal, yang paling tahu tentang gambut, mendapatkan pelatihan dan dukungan
Data historis menunjukkan bahwa emisi gas rumah kaca (GRK) dari lahan gambut serta kebakaran hutan masih menjadi kontributor utama peningkatan emisi nasional.
Kolaborasi antara IPB University dengan Kyoto University bertujuan meningkatkan peran masyarakat sebagai ujung tombak dalam penuntasan masalah gambut yang masih berkelindan di tanah air,
Kubah gambut merupakan sumber air yang sangat penting bagi kesehatan tanah di sekitarnya, terutama saat musim kemarau.
Buruknya perlakuan terhadap ekosistem gambut pun menyebabkan kerentanan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ikut meningkat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved