Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Negeri Jakarta (UNJ) menjadi tuan rumah konferensi internasional penelitian mengenai anak tingkat Asia ke-3 atau Internasional Conference Child Research Network Asia/CRNA yang dise-lenggarakan pada 25 hingga 27 September 2019.
"Suatu kebanggaan bagi Indonesia diberikan kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Acara ini dapat mendorong pengembangan pertukaran akademisi di berbagai negara dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan anak-anak, memperbaiki lingkungan bagi tumbuh kembang anak dan mencapai ke-sejahteraan bagi anak-anak," ujar ahli nutrisi Fasli Jalal di Jakarta, kemarin.
Konferensi tersebut bertema tentang tumbuh kembang anak melalui pendidikan dan keluarga. Konferensi itu mengedepankan 'ilmu anak' yaitu konsep ilmiah yang mengintegrasikan ilmu psikologi perkembangan, ilmu perilaku, kedokteran, sosiologi, ilmu kesejahteraan anak, pendidikan, dan disiplin ilmu lainnya, dalam penelitian terkait tumbuh kembang anak.
Fasli menambahkan para ahli yang terlibat berasal dari berbagai latar belakang pengetahuan seperti kedokteran, pendidikan, psikologi perkembangan, neurolog, maupun yang terjun langsung di bidang pendidikan anak. Saat ini Anggota Dewan yang aktif di CRNA terdiri dari Indonesia, Jepang, China, Malaysia, Fili-pina, Singapura, Taiwan, dan Thailand. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ Sofia Hartati mengatakan sebagai salah satu anggota dewan, Indonesia memiliki tujuan yang sama untuk menyiapkan dan memberikan pembekalan pada anak-anak Indonesia agar menjadi anak yang berkualitas pada masa mendatang.
"Oleh karena itu, kami mengundang seluruh akademisi yang berkecimpung di dunia pendidikan anak usia dini, akan banyak memberikan pandangan baru khususnya untuk para guru TK," kata Sofia. Diharapkan, CRNA dapat memberikan pembelajaran tentang pentingnya menyiap-kan anak dengan kualitas hidup lebih baik melalui pendidikan dan pengasuhan yang berkualitas.(Sru/Ant/H-1)
Persepsi ini lahir dari cara pandang lama yang mengabaikan prinsip gizi seimbang. Padahal ukuran kesehatan tidak bisa hanya dilihat dari tampilan fisik semata.
Paparan gawai pada fase krusial pertumbuhan (usia 5 hingga 15 tahun) berisiko memicu gangguan tumbuh kembang yang menetap hingga dewasa.
Skrining pendengaran pada anak sejak dini menjadi kunci vital dalam menjaga kualitas hidup dan fungsi komunikasi buah hati.
Fungsi pendengaran memiliki kaitan erat dengan kemampuan bicara anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved