Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Pemadaman Karhutla Terbantu Hujan

Dhika Kusuma Winata
31/8/2019 07:10
Pemadaman Karhutla Terbantu Hujan
KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KALSEL(ANTARA /Bayu Pratama S/aww.)

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI, Polri, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terus menggencarkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai daerah. Turunnya hujan di beberapa daerah dirasakan cukup membantu percepatan pemadaman karhutla

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan sepekan terakhir upaya pemadaman karhutla di sejumlah wilayah, seperti Riau, Sumatra Selatan, dan Pulau Kalimantan turut terbantu turunnya hujan. Namun demikian, semua pihak tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi cuaca kering yang diprediksi akan terjadi hingga Oktober mendatang.

"Peningkatan tren titik panas setiap tahun biasanya terjadi pada September hingga Oktober karena berkorelasi dengan rendahnya curah hujan. Karena itu, penanggulangan saat ini setiap ada api kecil langsung dipadamkan sehingga tidak membesar," kata Agus di kantor BNPB, Jakarta, kemarin.

Faktor hujan juga diakui turut membantu pemadaman api di lahan gambut. Upaya pemadaman water bombing pada lahan gambut hanya bisa mencegah meluasnya api. "Maka dari itu, untuk gambut pemadaman menggunakan metode isolasi kanal," ujarnya.

Pemadaman di lahan gambut dengan metode tersebut, jelas Agus, telah diterapkan di berbagai wilayah. Salah satunya kebakaran di Kecamatan Bayung Lencir, Sumatra Selatan, yang baru-baru ini berhasil dipadamkan. Berdasarkan data KLHK, luas karhutla sepanjang tahun ini mencapai lebih dari 135 ribu hektare (ha). Sekitar 105 ribu ha terjadi di lahan mineral dan 30 ribu ha di lahan gambut.

Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B Panjaitan mengatakan selain pemadaman yang intensif, patroli untuk pencegahan pembakaran lahan juga dilakukan. Pihaknya menjangkau 1.461 desa di seluruh wilayah untuk sosialisasi pencegahan karhutla.

Penegakan hukum

Satgas penegakan hukum (Gakkum) siaga darurat Karhutla Riau menetapkan sebanyak 38 tersangka kasus karhutla yang sebagian besar melibatkan petani perorangan. Hanya satu tersangka dari perusahaan perkebunan kelapa sawit, yaitu PT Sumber Sawit Sejahtera (SSS) di Kabupaten Pelalawan.

"Saat ini ada 38 kasus dengan jumlah 38 tersangka kasus karhutla di Riau. Ada penambahan dua kasus dan tersangka dari sebelumnya," kata Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau Edwar Sanger di Pekanbaru, kemarin. Dijelaskannya, dari jumlah 38 kasus itu, sebanyak 1 kasus perusahaan ditangani langsung Ditreskrimsus Polda Riau.

Selebihnya ditangani polres masing-masing, yaitu Indragiri Hilir sebanyak 1 kasus, Indragiri Hulu (3), Pelalawan (3), Rokan Hilir (4), Bengkalis (6), Siak (2), Dumai (8), Rokan Hulu (1), Meranti (2), Kampar (1), Kuantan Singingi (3), dan Pekanbaru (3).

Sementara itu, dari total 38 tersangka itu, sebanyak 22 orang ditahan di Rutan Polri yang terdiri dari Indragiri Hulu 1 orang, Indragiri Hilir (1), Pelalawan (3), Rokan Hilir (1), Bengkalis (4), Siak 2 orang, Dumai (4), Rokan Hulu (1), Kuantan Singingi (3), dan Pekanbaru (2).

Direktur Ditreskrimsus Polda Riau Ajun Komisaris Besar (AKB) Andri Sudarmadi mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan mendalam terkait dengan rencana penetapan satu lagi tersangka perusahaan kasus karhutla Riau. (RK/SL/RF/H-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Triwinarno
Berita Lainnya