Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut titik panas kebakaran hutan dan lahan dalam sepekan terakhir menurun tipis. Turunnya hujan di sejumlah wilayah rawan karhutla seperti di Kalimantan dan Riau turut menekan jumlah titik panas.
"Beberapa hari terakhir terjadi hujan deras di beberapa daerah dan menekan jumlah titik panas," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo kepada Media Indonesia, Kamis (22/8).
BNPB menyebutkan berdasarkan data katalog modis Lapan per 22 Agustus pukul 18.00, tercatat 640 titik panas di seluruh wilayah. Jumlah itu menurun dari posisi per 15 Agustus yang jumlah titik panasnya sempat mencapai 1.092 titik.
Baca juga: Penggunaan Bajakah untuk Terapi Kanker belum Teruji Klinis
Agus mengatakan berbagai pihak tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika telah mengumumkan prediksi musim hujan mundur hingga November mendatang. Cuaca kering di sejumlah wilayah masih akan berlanjut selama dua hingga tiga bulan ke depan.
Sinergi dengan TNI, Polri, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pun terus diperkuat melalui upaya pemadaman dan pencegahan. Patroli lapangan dan pengecekan titik panas dilakukan agar kebakaran bisa dipadamkan lebih dini.
"Turunnya hujan menekan banyak titik panas tetapi setelah ini prediksinya cuaca akan kering berkepanjangan. Semua komponen tetap siap siaga agar kebakaran tidak meluas. Walaupun kebakaran yang sifatnya kecil semua harus dipadamkan agar tidak bertambah luas," pungkasnya. (OL-8)
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Gelombang panas ekstrem melanda tenggara Australia. Enam kebakaran besar berkobar di Victoria, suhu tembus 48,9 derajat Celcius.
Cile dilanda krisis kebakaran hutan hebat. 20 orang tewas dan kota-kota di wilayah selatan hangus. Warga sebut tragedi ini lebih buruk dari tsunami.
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved