Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi pada tahun ini.
Ajang ini merupakan upaya pemerintah untuk membangun kualitas sumber daya manusia dengan cara memacu peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan.
“Ajang Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi ini digelar Kemendikbud sebagai langkah konkret menyukseskan visi pemerintah yang kini berfokus pada pembangunan manusia dan semangat HUT ke-74 RI SDM Unggul Indonesia Maju. Karena guru yang berprestasi dan berdedikasi, bisa menjadi contoh dan teladan bagi murid dan lingkungan ekosistem pendidikannya,” ungkap Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kemendikbud Dr Supriano Med, dalam konferensi pers, di Ruang Rapat Ditjen GTK Kemendikbud, Jakarta, Senin (12/8).
Ia menjelaskan pada ajang Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019 ini diikuti 694 orang guru dan tenaga kependidikan dari 34 provinsi.
Peserta terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan yang merupakan hasil seleksi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, kemudian nasional.
Pada kategori pendidikan anak usia dini, pesertanya tercatat 111 orang, pendidikan dasar 113 orang, pendidikan menengah 163 orang, dan tenaga pendidik 307 orang.
Lomba Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi ini merupakan kegiatan rutin tahunan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud. Pada tahun ini, mata lomba dibagi menjadi 28 kategori. Kategori tersebut memisahkan tiap jabatan fungsional dan jenjang pendidikan.
“Jadi akan ada kategori guru, kepala sekolah, pengawas jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK yang berprestasi, sesuai fungsi dan jenjang pendidikannya. Termasuk Guru Berprestasi Sekolah Luar Biasa dan sekolah inklusif lain pun akan diberikan penghargaan," ujar Supriano.
Nantinya, terang Supriano, akan ditentukan pemenang juara I, II, dan III untuk semua kategori lomba. Setiap juara 1, 2, dan 3, masing-masing memperoleh hadiah Rp20 juta, Rp15 juta, dan Rp10 juta.
Bagi seluruh peserta yang tidak memperoleh juara, juga akan diberikan apresiasi berupa imbalan prestasi senilai Rp3 juta karena berstatus sebagai finalis.
“Sebagai hasil seleksi berjenjang, satu provinsi, di tiap kategori mengirim satu orang. Artinya, yang ikut Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi adalah finalis dan juara dari daerahnya masing-masing,” imbuhnya.
Video aktivitas
Untuk menilai guru berprestasi, Supriano menyampaikan Kemendikbud tidak hanya fokus pada kompetensi teknis dan akademis. Tiga kompetensi lain, yaitu sosial, profesionalitas, dan wawasan kependidikan, juga akan dinilai.
Uji kemampuan tersebut juga tak hanya dilakukan secara monoton melalui tes tertulis. Dalam beberapa rangkaian kegiatan, para guru dan tenaga kependidikan juga diminta untuk membuat video aktivitas mereka selama mengajar di sekolah untuk diunggah secara daring. Selain itu, ada juga aktivitas permainan dan tugas kelompok.
Hal tersebut, menurut Supriano, penting karena para guru di lapangan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan hafalan. Akan tetapi, guru juga harus mampu memicu diskusi dan melakukan transfer ilmu pengetahuan dengan cara-cara yang kritis sekaligus menyenangkan.
“Dari aktivitas yang beragam, akan kelihatan kemampuan para guru bekerja sama, berkomunikasi, pemecahan masalah, dan literasi digital. Termasuk kedalaman pemahamannya terkait dengan kebijakan pendidikan, perundang-undangan pendidikan, sampai rasa nasionalisme, dan cinta Tanah Air,” tutup Supriano.
Guru berdedikasi
Sekretaris Ditjen GTK Kemendikbud Wisnu Aji menambahkan, selain mengapresiasi guru dengan kompetensi komplet, terdapat pula kategori guru berdedikasi di daerah khusus. Mereka yang tergabung dalam kategori ini ialah guru yang menjalankan peran dan fungsinya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar atau disebut 3T.
“Kami menyebut kategori ini sebagai daerah khusus. Dalam kategori ini yang dinilai bukan sekadar prestasi, melainkan juga ketegori berdedikasi, yakni para guru yang mengabdi di daerah 3T mendapatkan apresiasi dari negara,” ungkap Wisnu.
Lantaran sifatnya sebagai kategori khusus dan menekankan apresiasi pemerintah pada pengabdian para guru, aspek penilaian kategori ini dibuat berbeda.
Para guru tersebut hanya perlu mengumpulkan dokumen dedikasi dan profil pengabdian mereka. Penilaian akan dilakukan melalui presentasi para guru dalam menjabarkan pengalaman kerja mereka di lapangan.
Bersama para guru dari kategori lain, penilaian juga akan dilakukan selama rangkaian Pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi dan Berdedikasi yang berlangsung sejak Selasa (13/8) sampai Jumat (16/8).
"Para guru dan tenaga kependidikan nantinya juga untuk diajak mengikuti Rapat Sidang Paripurna pada 16 Agustus di DPR RI, dan upacara 17 Agustus di Kantor Kemendikbud, Jakarta," pungkas Wisnu. (Dhk/S5-25)
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
KEGELISAHAN guru terhadap kehadiran teknologi di ruang kelas kerap dianggap sebagai gejala baru.
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Saat harga tiket masuk ke museum murah saja, faktanya minat publik untuk wisata edukasi masih rendah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan kementeriannya memberikan bantuan kepada ribuan guru korban bencana Sumatra berupa banjir bandang.
INDONESIA ialah negeri yang tak terpisahkan dari dinamika alamnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved