Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Orangtua Harus Buat Anak tak Panik Saat Gempa

Eni Kartinah
06/8/2019 15:34
Orangtua Harus Buat Anak tak Panik Saat Gempa
Konselor dan pemerhati anak, Muhammad Agus Syafii, memberi penjelasan seputar gempa kepada anak-anak.(Mi/Eni Kartinah)

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Banten dan sekitarnya pada Jumat (2/8) pukul 19.03.21 WIB membuat masyarakat panik. Dengan goncangan yang mendadak, gempa membuat anak-anak merasa takut, trauma, dan bisa mengganggu aktivitas mereka.

Saat gempa terjadi, orangtua harus bisa mengupayakan untuk mengurangi ketakutan pada anak-anak. Konselor dan pemerhati anak, Muhammad Agus Syafii menyarankan yang terbaik bagi orangtua lakukan adalah membantu anak mengatasi rasa takutnya untuk membuatnya merasa aman dan terlindungi.

"Caranya pertama kali, saat mereka ketakutan, orangtua bisa memeluknya. Setelah itu, jelaskan bahwa gempa bumi yang terjadi ini bukanlah hal yang perlu ditakutkan, karena ini merupakan anugerah untik mendekatkan diri kepada Tuhan," ujar lelaki yang juga pendiri Rumah Amalia sebagai rumah belajar bagi anak yatim dan duafa di Jakarta, Selasa (6/8).

"Anak kan bergantung sama orangtua, penjelasan ini akan mengurangi kondisi tekanan yang sifatnya traumatik," kata Agus.

Selain itu, lanjut lelaki yang akrab disapa Kak Agus tesrebut, sebaiknya diajarkan anak dengan konsep visual terapi dengan cara menggambar, mengenali lingkungan tempatnya tinggal, mengenali identitas dirinya sendiri, hingga mendorong mereka memiliki konsep hidup.

Dengan konsep visula tersebut, anak-anak bisa mengerti akar permasalahan yang sedang mereka hadapi. Jadi, lanjut dia, saat mengalami satu masalah yang tiba-tiba, anak akan siap dan bisa mengontrol perasaan takut atau khawatirnya termasuk jika ada kejadian gempa bumi tersebut.

"Anak-anak selama mereka diajak mengenali lingkungan dan diri mereka sendiri, mereka tidak menganggap itu sesuatu yang harus dicemaskan. Mereka akan lebih siap menghadapi itu. Apapun yang rerjadi, mereka jadi lebih bisa mensyukuri hidup," tutup dia.(OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya