Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS), Kota Surakarta, Jawa Tengah, mendorong mahasiswanya untuk mengembangkan kewirausahaan di bidang teknologi informasi (TI).
Peluang bidang tersebut dinilai masih besar dan banyak turunan usahanya. Dan, yang paling penting tidak membutuhkan modal terlalu besar.
"Di sini yang penting inovasi. Kedepan ini yang akan ditumbuhkan," kata Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPKwu-LPPM) UNS, Eddy Triharyanto, di Solo, Jateng, Selasa (30/7).
Salah seorang yang telah terjun dan menekuni kewirausahaan di bidang TI itu ialah Sugeng. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan itu bergerak di bidang pembuatan aplikasi sekaligus pemeliharaan sejak 2017.
Selama dua tahun berjalan, dia telah berhasil membuat 30 aplikasi dan memiliki 50 orang klien. Dari kerja kerasnya itu dia memperoleh omset rata-rata Rp2,5-Rp3 juta per bulan.
Baca juga: Menristekdikti Berharap BRIN Dipimpin Setingkat Menteri
"Saya memulai usaha ini dengan dana pendampingan dari PPKwu Rp7,5 juta," kata Sugeng yang kini juga bekerja magang di Pusat Komunikasi UNS itu.
Pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa telah mulai dilakukan UNS melalui Program Mahasiswa Wirausaha sejak 2009 lalu. Selama hampir 10 tahun berjalan, jumlah mahasiswa yang mendapatkan pendampingan sekitar 1.300 orang.
Bidang usahanya beragam, namun sebagian besar bergerak di bidang kuliner dan fesyen. Belakangan, juga mulai bermunculan usaha yang bergerak di bidang ekonomi kreatif.
Eddy menuturkan, berdasarkan hasil evaluasi berkala dari 1.300 mahasiswa yang mendapatkan pendampingan itu 30% atau 400 orang di antaranya real bisnis. Artinya, setelah lulus mereka betul-betul menekuni bidang usahanya dan mampu menyerap tenaga kerja.
Bahkan, tidak sedikit yang telah berhasil mengembangkan usahanya dengan membuka cabang-cabang baru. Salah diantaranya adalah usaha kuliner Puyuh Ungkep. Usaha tersebut telah mempunyai lima cabang dengan jumlah pegawai di masing-masing cabangnya 15-20 orang.
"Ini berhasil. Sebab, membangun usaha itu yang paling sulit adalah mengubah mindset, bahwa wirausaha adalah pilihan karier, bukan pilihan terakhir," katanya. (OL-1)
Berikut fitur pelindung jam tangan Fineshield yang mengandalkan teknologi Jerman, pelindung jam tangan ini menggunakan material optical-grade Thermoplastic Polyurethane (TPU).
Inisiatif ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi dan kolaborasi, memastikan bahwa mata uang Indonesia tetap aman, tepercaya, dan siap menghadapi masa depan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Brian menjelaskan bahwa logam tanah jarang merupakan material strategis yang menjadi kunci dalam pengembangan industri kendaraan nasional (mobnas),
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Program ini dirancang sebagai layanan berbasis medis yang aman. Melalui skrining ketat, penentuan dosis personal, hingga pendampingan ahli gizi.
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved