Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dukung Si Kecil Kembangkan Bakat Sejak Dini

Eni Kartinah
15/7/2019 18:17
Dukung Si Kecil Kembangkan Bakat Sejak Dini
Diskusi bertajuk How to Sparks Your Child’s Passion.(MI/Eni Kartinah)

ORANGTUA perlu mengenali minat dan bakat anak sejak dini dan membantu mereka mengembangkan bakat tersebut. Dengan demikian, anak dapat mematangkan bakat mereka secara optimal dan sesuai passion mereka tanpa terbebani paksaan orangtua.

Hal itu diungkapkan pendiri Indonesia Montessori.Com (IMC) dan penulis seri buku Montessori di Rumah, Elvina Lim Kusumo, pada parenting talkshow yang digelar Nippon Paint bersama Indonesia Montessori.Com di Jakarta, Minggu (14/7).

Elvina menjelaskan, cara untuk mengenali passion anak ialah dengan mengenalkan si anak kepada berbagai hal yang terkait dengan berbagai bidang kehidupan.

Ia menjelaskan bisa melalui permainan sehari-hari, juga dengan mengajak anak ke perpustakaan, museum, menonton pertunjukan seni, mengikuti berbagai aktivitas yang terkait dengan profesi-profesi tertentu, bahkan sesekali mengajak mereka ke tempat kerja orangtua. Langkah ini bisa dilakukan sejak anak masih balita.

"Dengan begitu anak tereskpos dengan berbagai bidang kehidupan. Dari situ kita bisa amati, anak lebih tertarik pada bidang yang mana. Nanti pasti akan kelihatan mana yang menjadi passion anak. Apakah bermusik, menggambar, berkebun, berenang, dan lain-lain," terang Elvina pada diskusi bertajuk How to Sparks Your Child’s Passion.

Setelah orangtua mampu mengenali minat anak, hal selanjutnya yang perlu dilakukan orangtua ialah membantu anak mengembangkan minat tersebut. Misalnya, dengan menyediakan fasilitas yang diperlukan, menyertakan anak dalam kursus yang terkait, dan mengajak anak mengikuti kelompok sepeminatan.

Yang tidak kalah penting, lanjut Elvina, ialah memberikan lingkungan rumah yang nyaman dan aman untuk mendukung aktivitas anak, khususnya bagi usia balita. Banyak kegiatan kreatif yang dapat dilakukan anak bersama orangtua ketika di rumah.

Anak perlu diberikan kesempatan untuk bereksplorasi agar minat, bakat dan kreativitasnya terasah dengan baik dan membantu tumbuh kembang optimalnya di masa depan.

“Pendampingan langsung orangtua dan didukung dengan lingkungan rumah yang sehat, tentunya menjadi faktor penting pada setiap proses belajar anak. Kenyamanan beraktivitas di dalam rumah perlu dibangun, guna mendorong percaya diri, keberanian, dan semangat anak dalam menyelami minat dan bakatnya. Lingkungan yang nyaman tentunya juga memberikan kenyamanan bagi orangtua ketika mendampingi anak belajar,” tambah Elvina.

Pada kesempatan sama,  CEO Decorative Paints Nippon Paint Indonesia Jon Tan  menyampaikan materi terkait kampanye rumah Sehat. Ia mengatakan, kualitas rumah perlu dijaga. Mengingat rumahlah tempat anak menghabiskan sebagian besar waktunya, termasuk dalam aktivitas mengembangkan bakat.

"Yang sering luput dari perhatian ialah dinding. Padahal, dinding adalah area terluas dalam rumah dan seringkali menjadi media yang digunakan anak untuk belajar, seperti berpegangan ketika berjalan berjalan hingga mencoret dinding rumah untuk mengekspresikan imajinasi dan kreativitasnya. Hal ini menjadi pemandangan yang sering kita temui pada aktivitas balita sehari-hari," ujar Jon Tan. (OL-09)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Deri Dahuri
Berita Lainnya