Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
Sekolah Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Nusa Mandiri bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi untuk pengembangan Desa Wisata Sukawangi, Kabupaten Bogor, Rabu (10/7).
Pelatihan dan sosialisasi tersebut diikuti puluhan orang perwakilan dari anggota Karang Taruna, ibu-ibu PKK, koperasi desa, dan masyarakat desa Sukawangi. Pada kegiatan ini, turut hadir perwakilan dari Kemenpar, ketua Desa Sukawangi, ketua STMIK Nusa Mandiri serta dosen-dosen dari STMIK Nusa Mandiri.
“Desa Sukawangi dipilih karena mempunyai daya tarik tersendiri diantaranya terdapat dua Curug yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata yang potensial yaitu Curug Cibeet dan Curug Arca yang saat ini telah dikembangkan oleh anggota Karang Taruna i Desa Sukawangi,” kata Dwiza.
Selain dua curug tersebut, Dwiza menambahkan ada Taman Sukawangi yang mempunyai objek wisata untuk tempat santai dan berfoto ria dalam mengabadikan keindahan pemandangan dari atas Desa Sukawangi. Objek wisata lain yang juga menarik dikunjungi, permandian air panas Cipanas yang diakui masyarakat setempat bisa mengobati berbagai penyakit kulit, wisata kebun kopi dan pengolahan kopi hasil bumi dari Desa Sukawangi.
“Dengan banyaknya potensi yang bisa dikembangkan di Desa Wisata Sukawangi, maka STMIK Nusa Mandiri melakukan beberapa kali survei ke lokasi dan melakukan pendekatan dengan perangkat desa untuk menjadikan Desa Sukawangi menjadi Desa yang akan didampingi sehingga menjadi Desa Wisata,” ujar Dwiza.
Dalam kegiatan pelatihan dan sosialisasi, dosen-dosen STMIK Nusa Mandiri turut menyampaikan beberapa materi mengenai sadar wisata dan sapta wiasata, digital marketing, manajemen organisasi, serta peresmian situs wistasukawangi.com yang juga dihibahkan STMIK Nusa Mandiri untuk Desa Wisata Sukawangi.
“Semoga dengan website yang dibangun oleh perwakilan dosen-dosen STMIK Nusa Mandiri dapat dimanfaatkan untuk pengembangan dan mempromosikan desa wisata sukawangi ini, sehingg kedepannya desa wisata sukawangi ini dapat menjadi rujukan desa wisata lain di sekitar Kabupaten Bogor untuk mengembangkan dan mempromosikan desa wisatanya,” harap Dwiza.
Kepala Desa Sukawangi Endro turut menyambut baik kedatangan tim dari STMIK Nusa Mandiri dan Kemenpar. Endro berterima kasih dan turut mendukung program yang dibawa ke desanya tersebut sebagai bentuk pendampingan untuk memajukan wisata di Desa Sukawangi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir pada kegiatan ini terutama tim dari STMIK Nusa Mandiri serta perwakilan Kemenpar. Semoga kegiatan ini dapat berlangsung secara berkala demi mewujudkan Desa Wisata Sukawangi menjadi desa wisata rujukan untuk desa wisata lainnya di sekitar Bogor,” tutup Endro. (OL-09)
TIDAK semua keberangkatan dimulai dengan surat tugas. Sebagian justru lahir dari sesuatu yang lebih sunyi, dari panggilan hati yang tidak bisa ditunda.
SEMBILAN puluh hari setelah banjir melanda Aceh, beberapa anak kembali duduk di bawah tenda biru yang difungsikan sebagai ruang kelas darurat.
Penundaan ini murni merupakan langkah taktis untuk menjaga stabilitas anggaran di tengah pemotongan dana transfer dari pusat.
PENDIDIKAN bermutu tidak pernah lahir dari ruang hampa. Ia tumbuh dari tangan-tangan guru yang bekerja dengan dedikasi, ketenangan batin, dan rasa aman dalam menjalani profesinya.
DALAM dunia yang kian terhubung dan kompleks, keberagaman bukan lagi sekadar realitas sosial, melainkan juga sebuah keniscayaan historis dan antropologis.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved