Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUL Jenderal RI di Guangzhou Gustanto mengatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal akibat cardiac heart attack atau gagal jantung.
"Penyebab utama kematian beliau adalah cardiac heart attack," katanya kepada sejumlah awak media di Kargo Jenazah Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu (7/7) malam.
Dia mengatakan, berdasarkan keterangan dokter di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital, Tiongkok, Sutopo juga terkena left lung adenocarcinoma with multiple metastases atau kanker paru-paru.
Kanker tersebut, menurut Gustanto, mengenai bagian ginjal, dan bagian lain seperti tulang.
Sebelumnya, Konjen Gustanto turut mengantar pemulangan jenazah Kapusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho ke Indonesia pada Minggu (7/7) sore.
Baca juga: Pak Topo akan Dimakamkan Secara Militer
Gustanto bersama istri almarhum, Retno Utami Yulianingsih, ikut berada di penerbangan yang sama dengan jenazah.
Jenazah pria yang akrab disapa Pak Topo itu diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-899 yang bertolak dari Bandara Internasional Baiyun di Guangzhou, Minggu (7/7) pukul 15.45 waktu setempat (14.45 WIB).
Jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 20.10 WIB dan diberangkatkan ke rumah duka di Depok, Jawa Barat, pada sekitar pukul 21.25 WIB.
Istri almarhum, Retno Utami Yulianingsih, bersama rombongan dari BNPB turut mengiringi mobil jenazah ke rumah duka.
Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo meninggal pada Minggu (7/7) sekitar pukul 02.00 di Guangzhou, Tiongkok saat menjalani pengobatan kanker di Guangzhou St Stamford Modern Cancer Hospital. (OL-2)
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved