Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dinilai sukses menjalankan tugasnya sebagai seorang humas. Padahal dia tidak memiliki latar belakang pendidikan ilmu komunikasi.
"Pak Topo (sapaan akrab Sutopo) bukan Humas yang berlatar belakang pendidikan ilmu komunikasi. Pak Topo juga tidak pernah belajar kehumasan secara akademis. Tapi dirinya memegang prinsip-prinsip yang filosofis selama menjadi seorang Humas. Dalam hal ini, khususnyam pada fungsi penyampai informasi dan edukator publik," ungkap Ketua Umum Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) Dyah R Sugiyanto dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Minggu (7/7).
Menurut Dyah, Pak Topo telah membuktikan dirinya sukses menjadi sains komunikator yang komunikatif, disiplin, dan adaptif.
Baca juga: Di Video Terakhir, Sutopo Minta Didoakan dan Maaf
"Menyampaikan informasi bencana itu bukan hal yang mudah. Pak Topo menyadarkan kita, bangsa Indonesia, untuk saling peduli dalam kondisi krisis saat dan paska terjadinya bencana. Karena penanganan bencana mulai dari pra hingga paska membutuhkan kerja bersama, bukan ego sektoral," tegas Dyah.
"Selamat jalan Pak Sutopo, do'a kami menyertai kepergianmu," pungkasnya.
Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia, Minggu (7/7) pukul 02.00 waktu Guangzhou, Tiongkok.
Pria yang akrab disapa dengan Pak Topo itu meninggal dunia dalam proses perawatan penyakit kankernya di Tiongkok. (OL-2)
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved