Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
TARGET pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Bersih Sampah pada 2025 dianggap sulit tercapai tanpa kontribusi masyarakat. Gairah publik yang mulai tumbuh dalam mengurangi dan memilah sampah harus terus dijaga.
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rosa Vivien Ratnawati, menyatakan, perilaku sederhana mengurangi dan memilah sampah harus terus dibiasakan masyarakat.
"Partisipasi seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi jumlah timbulan sampah menjadi langkah yang perlu dikedepankan saat ini. Banyak yang sudah memulainya dengan contoh sederhana membawa botol minum guna ulang dan tidak memakai sedotan plastik," ujarnya dalam penutupan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, di Jakarta, Jumat (5/7).
Berdasarkan catatan KLHK, sebanyak 0,7 kg sampah dihasilkan oleh setiap orang setiap harinya. Jumlah itu setara dengan 66,5 juta ton sampah dihasilkan Indonesia setiap tahunnya. Ia juga mencontohkan rata-rata penggunaan sedotan plastik setiap hari bisa mencapai 93 juta buah.
Namun, Rosa mengatakan kapasitas tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah terhitung masih terbatas dan masih banyak daerah yang belum menerapkan TPA sanitary landfill.
Baca juga: 49 Kontainer Sampah Impor di Batam segera Dipulangkan
Karena itu, ia mengatakan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan dan pengurangan sampah harus terus ditumbuhkan. Hal itu agar sampah bisa dikurangi dan dipilah dari sumbernya yakni rumah tangga.
Pemilahan dan kontribusi ke bank sampah juga bisa menopang industri daur ulang agar sampah menjadi sumber daya yang bernilai. Jika pengurangan dan pengelolaan sampah dilakukan dengan baik, beban di TPA pun bisa berkurang.
"Kantor pemerintahan pusat dan daerah saat ini juga banyak yang sudah melakukan pengurangan sampah khususnya plastik. Sekitar 18 pemerintah kabupaten/kota juga melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai," imbuh Rosa.
Ia menambahkan peran pemerintah daerah amat penting dalam mencapai target pengurangan sampah nasional 30% dan penanganan 70%. Daerah harus membuat Kebijakan dan Strategi Daerah Pengelolaan Sampah (Jakstrada).
"Sekarang ada 200 lebih pemerintah daerah yang sudah menyampaikan Jakstrada ke kami. Itu kami terus asistensi agar sesuai dengan target nasional," tuturnya. (OL-1)
Penumpukan disebabkan karena pembatasan kuota pengiriman sampah ke TPST Bantar Gebang.
Peningkatan ini merupakan pola tahunan yang kerap terjadi selama Ramadan hingga Lebaran. Meski demikian, kondisi penanganan sampah saat ini mulai berangsur normal.
LIBURAN Lebaran usai dan pemudik telah balik kembali ke rantau.
Berdasarkan pantauan, pada Minggu (29/3), ketinggian sampah do Pasar Induk Kramat Jati bahkan telah melampaui lampu penerangan jalan, namun tidak terlihat adanya aktivitas pengangkutan.
Lima destinasi wisata yang paling diminati selama libur panjang ini, yaitu Masjid Raya Al-Jabbar, Kiara Artha Park, Museum Geologi, Taman Lalu Lintas, dan Saung Angklung Udjo.
Petugas kebersihan menyebut sampah kiriman di pantai itu dikumpulkan di satu titik untuk memudahkan pengangkutan, karena setiap hari terjadi kiriman sampah di lokasi wisata tersebut.
Anggota Komisi D DPRD DKI Ida Mahmuda desak Pemprov tutup TPS yang ganggu kenyamanan warga. Dukung penutupan TPS Tanah Kusir dan dorong kerja sama swasta untuk fasilitas ITF
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pengelolaan sampah di sejumlah terminal bus yang dinilai masih jauh dari standar lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyatakan rest area menjadi salah satu titik penting untuk mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah di masyarakat.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono menyoroti potensi lonjakan jumlah pemudik pada musim mudik Lebaran 2026.
Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi, program-program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus memberdayakan masyarakat.
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved