Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali mengingatkan para kepala daerah untuk bersiaga mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan. Pasalnya, sebagian wilayah telah memasuki kemarau dan El-Nino pada tingkat lemah-moderat diperkirakan akan terjadi hingga November mendatang.
"Menteri LHK Siti Nurbaya sudah menyurati semua Gubernur untuk mengantisipasi karhutla sejak awal tahun ini. Surat untuk antisipasi ancaman karhutla juga dikirimkan ke swasta pemegang izin konsesi hutan. Jadi, arahan untuk antisipasi dilakukan sejak awal," kata Plt Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B Panjaitan dihubungi Media Indonesia, Rabu (3/7).
Raffles menyampaikan per 2 Juli 2019, sudah lima provinsi yang telah menetapkan status kedaruratan bencana karhutla. Penetapan dilakukan pemerintah daerah agar antisipasi dilakukan sejak dini.
Rinciannya, Riau menetapkan status darurat selama 255 hari sejak 19 Februari 2019 hingga 31 Oktober 2019. Kalimantan Barat menetapkan status selama 323 hari sejak 12 Februari 2019 hingga 31 Desember 2019.
Baca juga: KLHK Siap Hadapi Kenaikan Suhu dan Antisipasi Karhutla
Kemudian, Sumatra Selatan menetapkan status darurat sejak 8 Maret 2019 hingga 31 Oktober 2019 (237 Hari). Lalu, Kalimantan Tengah menetapkan status sejak 28 Mei 2019 sampai 26 Agustus 2019 (91 Hari). Terakhir, Kalimantan Selatan menetapkan status sejak 1 Juni 2019 hingga 31 Oktober 2019 (153 Hari).
Raffles menuturkan berdasarkan data KLHK jumlah titik panas tahun ini periode 1 Januari-25 Juni tercatat 508 titik panas (satelit NOAA). Jumlah itu sedikit menurun dibandingkan dengan periode yang sama pada 2018 sebanyak 685 titik panas. Meski begitu, ujarnya, pemerintah pusat tetap menekankan pentingnya kewaspadaan ancaman peningkatan karhutla.
"Untuk pencegahan KLHK melaksanakan patroli terpadu dengan TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) di provinsi-provinsi rawan seperti di Sumatra dan Kalimantan sejak bulan Maret lalu dan masih berlanjut. Patroli sebagai upaya deteksi dini dan juga sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah karhutla," ucapnya.(OL-5)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
MASYARAKAT wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu dilanda suhu panas beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 8 Oktober 2025. Pekan pertama Oktober, sebagian besar wilayah Indonesia memasuki masa peralihan.
KEMARAU panjang semakin berlanjut menyelimuti kawasan Provinsi Aceh.
Masyarakat NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang bersifat kering. Angin kencang ini berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.
"Jadi saat wilayah yang mudah terbakar meluas, kami mohon bantuan, dukungan yang berada di Provinsi Riau benar-benar menjaga jangan sampai lahan itu terbakar,"
MUSIM kemarau menyebabkan krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Krisis air bersih terjadi di Desa Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu, yang terdampak
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved