Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti dalam mendukung kemajuan pariwisata di Tanah Air. Untuk itu, sumber daya manusia (SDM) kampus mencakup kapasitas dosen dan mahasiswa harus ditingkatkan.
"Forum ini sangat baik sebagai ajang pertukaran ilmu dan peningkatan kapasitas, sekaligus meningkatkan hubungan baik yang telah terjalin sesama negara ASEAN dan Tiongkok yang telah berjalan baik. Kami apresiasi STP Trisakti selaku tuan rumah penyelenggara CATEA (The China-ASEAN Tourism Education Alliance) ketiga ini," kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani, seusai pembukaan CATEA Annual Assembly and International Forum on China-ASEAN Tourism Education 2019 di kampus STP Trisakti, Jakarta, kemarin.
Giri Adnyani yang mewakili Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengungkapkan, tahun ini pemerintah fokus pada pembangunan SDM dan pendidikan vokasi. STP Trisakti sebagai penyelenggara pendidikan vokasi bidang pariwisata harus memajukan kualitas SDM yang dimiliki.
Menurutnya, event CATEA menjadi ajang promosi kampus, membantu hubungan lebih baik dengan Tiongkok, sekaligus membangun citra positif tentang pariwisata Indonesia. Pada 2018, lanjutnya, jumlah wisatawan mancanegara dari Tiongkok yang datang ke Indonesia tercatat 2,3 juta orang, dan tahun ini ditargetkan 3,7 juta orang.
Ia menambahkan, Kemenpar mempunyai enam kampus pariwisata binaan yang tersebar di beberapa daerah. Lulusannya memperoleh sertifikat yang membuat mereka dapat diterima bekerja di lingkungan ASEAN.
Ketua STP Trisakti, Fetty Asmaniati mengatakan, CATEA ketiga dihadiri 37 peserta asing dari Tiongkok, Singapura, Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, dan 50 orang perwakilan Indonesia. Forum Aliansi CATEA diselenggarakan bersama dengan mitra STP Trisakti, Guilin Tourism University, Tiongkok. (Bay/H-1)
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Fokus utama Baznas tetap kepada fakir miskin, khususnya bagaimana kelompok yang tidak mampu dapat mengakses pendidikan melalui dana zakat.
Abad ke-21, menurut Prabowo, merupakan abad ilmu pengetahuan dan teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved