Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PANCASILA sebagai ideologi negara harus terus dikukuhkan oleh mereka yang muda. Milenial yang jumlahnya 81,27 juta jiwa (34,48%) dan generasi Z yang jumlahnya 68,02 juta jiwa (28,86 %) merupakan aset terbesar bagi Indonesia.
Potensi besar ini yang harus disemai agar tak koyak oleh dinamika apa pun yang sedang menjumpai bangsa dan negara ini. Sebab itu, Milenial Lintas Rumah Ibadah berkomitmen untuk 'Menjaga Pancasila Mulai dari Rumah Ibadah'.
Dalam keterangannya yang diterima, Sabtu (1/6), mereka pun mengeluarkan pernyataan sikap bersama di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.
Yakni pertama, menyerukan sikap menjaga dan meneladani Pancasila sebagai titik temu semua agama yang cinta Tuhan dan ciptaan-Nya dengan mendorong adanya semangat persatuan lintas keagamaan sebagai implementasi praktis dari nilai-nilai Pancasila ditengah polarisasi rakyat hari ini.
Baca juga: Siti Nurbaya: Ani Yudhoyono Inspirasi Kaum Perempuan
"Kedua, menyerukan kolaborasi antarumat beragama dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan," lanjut mereka dalam pernyataannya.
Selain itu, ketiga, menyerukan sikap saling toleran dan saling menghargai antarumat beragama. Kemudian, keempat, melawan segala bentuk persemaian radikalisme di rumah ibadah.
"Kelima, mengajak untuk memusatkan usaha pemberdayaan yang partisipatif di rumah ibadah masing2.
Demikian yang kami dapat sampaikan dalam mensyukuri kelahiran Pancasila hari ini," tandasnya.
Pernyataan sikap itu ditandatangi Arief Rosyid, sebagai Milenial Dewan Masjid Indonesia, Gede Hendra (Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia), Suprionoto W (Generasi Muda Budhis Indonesia), Kris Tan (Generasi Muda Khonghucu), Lidya Natalia (Milenial Gereja Katolik), Alan Singkali (Milenial Gereja Kristen), Muh Asrul (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi), dan Fauzl Adzim (Pelajar Islam Indonesia). (RO/OL-1)
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved