Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA beberapa dekade terakhir, para ilmuwan menetapkan bagian Bulan menyusut ketika mengalami pendinginan. Hal itu tecermin di seluruh permukaan Bulan.
Hasil analisis terbaru dari misi Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) menunjukkan masih terjadi penyusutan di Bulan sampai hari ini.
Satelit alami Bumi ini juga mengalami gempa di sepanjang sesar yang terdorong dengan batu bergetar di sekitar tebing. Kerak di permukaan Bulan cenderung rapuh sehingga mudah pecah ketika terjadi penyusutan.
Penelitian ini dimungkinkan oleh penciptaan algoritma dari proses data seismik yang diambil pada 1960-1970. Ini sekaligus memberi pencerahan baru terhadap pemahaman gempa Bulan, terutama mengenai asalnya. Penelitian turut mengonfirmasi Bulan masih mengalami aktivitas tektonik, dari pergerakan lempeng di bawah permukaan Bulan.
"Para ilmuwan memandang guncangan dan penyusutan di Bulan masih terjadi sampai saat ini,'' ujar asisten profesor geologi Universitas Maryland, Nicholas Schmerr.
''Dari sejumlah rekaman gambar, terlihat bukti gerakan terbaru, seperti batu-batu besar dan longsoran tanah yang belum lama jatuh," tambahnya. Independent/Tes/X-10)
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved