Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kemensos Kaji Ulang Indeks Bantuan Pangan Nontunai

Indriyani Astuti
09/4/2019 13:30
Kemensos Kaji Ulang Indeks Bantuan Pangan Nontunai
Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah)(Antara/MUHAMMAD IQBAL)

MENTERI Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pada 2019, Kementerian Sosial akan mengkaji ulang indeks Bantuan Pangan Nontunai (BNPT) dan mendorong program pemberdayaan keluarga penerima manfaat bantuan sosial seperti Kelompok Usaha Bersama Ekonomi (KUBE) dan Elektronik Warong atau E-Warong pada 2019.

“Jumlah KUBE dan E-Warong masih sangat kecil. Oleh karena itu, dua program ini akan kami tingkatkan dengan mendorong Keluarga Penerima Manfaat (KPM) agar segera graduasi sehingga ibu-ibu yang masih dalam antrian segera menikmati PKH. Kami juga sedang membahas indeks BPNT di lintas kementerian, keuangan, dan BAPENAS,” ujar Mensos saat pencairan bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) di Tanggerang, Banten, melalui siaran pers, Selasa (9/4).

Baca juga: Mensos Nilai Pesantren Punya Andil Tangkal Hoaks

Peningkatan indeks BPNT, imbuhnya, diharapkan dapat meringankan beban makanan keluarga dengan tiga anak. Sebab, selama ini, bantuan dengan indeks besaran Rp110.000 per bulan itu, rata-rata hanya mencukupi untuk keperluan mereka selama tujuh hingga sepuluh hari.

Data dari Kementerian Sosial, dari total 15,3 juta penerima bansos pangan, saat ini yang telah menerima bansos dalam bentuk BPNT mencapai 10 juta.

Sementara itu, penerima rasta masih 5,3 juta keluarga penerima manfaat. Indeks BNPT sebesar Rp 110.000 per bulan bagi keluarga penerima manfaat. Sementara itu, harga rastra untuk 5,3 juta KPM telah ditetapkan Rp10.219 per kilogram (kg) (OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya