Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
SAGALEH membuka kedai kopi terbaru di Jalan Wijaya IX 6A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelumnya, kedai kopi kekinian tempat nongkrong anak muda ini telah membuka dua outlet di Jalan Sungai Sambas, Kebayoran Baru dan Area 51, Pondok Indah Mall 1, Pondok Indah.
Sagaleh yang berarti 'segelas' dalam bahasa Minang, merupakan usaha kecil yang dijalankan generasi ketiga dari Rumah Makan Sepakat di kawasan Blok M. Berawal dari menawarkan kopi susu rumahan yang diminati banyak pembeli secara online, berangkat berjualan dari rumah orangtua, Sagaleh kini telah memiliki dua kedai untuk memenuhi permintaan para Kawan Sagaleh.
Cerita bermula pada April 2017, saat bisnis bermodal resep kopi susu keluarga ini membuka kedai pertama di Jalan Sungai Sambas dengan konsep coffee-to-go, tanpa tempat duduk, koneksi internet, bahkan power outlet. Untuk mengunjungi lebih banyak Kawan Sagaleh, kedai kedua pun didirikan pada April 2018 di Area 51, Pondok Indah Mall 1.
Baca juga : Bagi Tips Berbisnis, Pengusaha Milenial Richard Theodore: Jangan Takut Mencoba
Pemilik bisnis Sagaleh, Ronny Lantang, mengatakan, budaya minum kopi memang telah menjadi hal biasa di Jakarta. Kopi dan ngopi sebagai sebuah budaya yang mengakar, lanjut dia, merupakan sebuah kiasan yang menggambarkan perayaan atas kekeluargaan dan kebersamaan.
"Seperti bentuk sandang pangan lainnya yang menjadi cermin untuk bernostalgia," kata Ronny dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (2/4)
"Selama 43 tahun sudah sejak keluarga kami memulai usaha RM Sepakat di area Blok M, menjalankan bisnis kuliner dalam perantauan sudah mengakar kuat di keluarga kami, tradisi untuk merakyat dan membumi," tambahnya.
Baca juga : Trio Entrepreneur Sukses Geluti Bisnis Kuliner Ayam Goreng Tanpa Tulang
Ronny menjelaskan, dalam memilih dan memproses biji kopi, merupakan sesuatu yang khas dari Rumah Sagaleh.
“Es Kopi Susu kami dibuat dengan mokapot atau manual brew. Dan yang lebih istimewa adalah gula racikan resep keluarga yang kami gunakan, menjamin cita rasa unik, hanya di Sagaleh,” tuturnya.
Jumat (29/3), Rumah Sagaleh resmi dibuka sebagai rumah ke-3 kedai keluarga ini. Selain menghadirkan beragam kopi susu yang menjadi favorit para Kawan Sagaleh, kedai yang menyasar pasar milenial ini juga menyajikan menu lezat andalan seperti nasi goreng rendang Sepakat, nasi lidah sambel ijo, dan nasi jeruk ikan dori sambel matah. Rumah Sagaleh buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.
Baca juga : Inilah Pengusaha Kuliner Muda yang Buat 'Aci Naik Kelas'
Sambil menikmati kopi, Sagaleh juga mengajak Kawan Sagaleh untuk bercerita dengan #AkukamudanJakarta. Sebuah ajakan bercerita tentang perasaaan intuitif sebuah perjalanan reflektif, mengenang, merenungkan rasa keterikatan dengan hening dan macetnya Jakarta.
Mewakili tiap-tiap detik, jam, hari dan tahun gambaran dari setiap momen yang tidak berhenti, tetapi memberi arti tersendiri sehingga membentuk rangkaian pengalaman yang bercerita. Cerita #AkukamudanJakarta ini yang menjadi kampanye dalam pembukaan Rumah Salageh.
"Sama seperti segelas kopi, selalu punya cerita. Cerita tentang Rumah Sagaleh adalah sebuah cerita tentang keluarga, Jakarta, dan cerita tentang kita semua," pungkas Ronny. (RO/OL-9)
MENGAWALI kuartal kedua tahun ini dengan semangat baru, Hotel GranDhika Pemuda Semarang kembali memanjakan para pencinta kuliner melalui peluncuran rangkaian promo menu spesial.
OAKWOOD Premier Cozmo Jakarta dengan bangga mempersembahkan kembali kampanye khasnya, All You Knead is Comfort.
Dengan rentang harga yang terjangkau, yakni mulai dari Rp20.000 hingga Rp65.000, Gedong Heritage menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak muda hingga kalangan keluarga.
Hikiniku to Come secara literal berarti daging giling dan nasi, merefleksikan konsep freshly grilled hamburg yang dinikmati dengan nasi hangat yang mengepul.
Secara historis, sate bulayak merupakan makanan khas dari Kecamatan Narmada, Lombok Barat.
Bagi masyarakat Maluku Utara, Lalampa bukan sekadar makanan, melainkan tradisi yang tak terpisahkan dari momen kebersamaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved