Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBISNIS memang diperlukan nyali yang besar. Jika tidak, jangan pernah berharap untuk bisa menggapai kesuksesan. Richard Theodore, pengusaha milenial membuktikannya. Di usianya yang masih muda, ia telah memiliki deretan bisnis dengan banyak karyawan.
Nama Richard Theodore cukup populer di media sosial dan Richard juga dikenal sebagai Influencer dengan 100 ribuan pengikut di Instagram ini dikenal publik sebagai pengusaha sukses di bidang kuliner dan kontraktor.
Dua usahanya yang sedang laris manis yakni Sambal Bakar Indonesia dan Summer Minibar. Sebagai pengusaha, Richard Theodore kerap membagikan kesibukannya sebagai pembicara di medsos.
Pria kelahiran Tangerang, 16 November 1995, ini menyebut popularitas yang didapatnya merupakan bonus. Sebab, dirinya lebih bangga dikenal sebagai pengusaha.
“Saya enggak keberatan disebut influencer selama menebar dampak positif, tapi lebih suka orang kenal saya sebagai pengusaha. Orang follow saya di medsos karena usaha saya bukan karena terkenal terus buka usaha,” ucapnya dalam keterangan, Jumat (11/11).
Richard Theodore diketahui menempuh pendidikan S-1 Jurusan Bisnis di Binus University Alam Sutera. Ia menjadi salah satu lulusan berprestasi dan mahasiswa paling sukses di angkatannya. Namun, pencapaian ini tak serta merta membuatnya besar kepala.
“Mungkin karena dibesarkan di lingkungan keluarga yang cukup. Ayah saya mantan karyawan swasta. Ibu saya ibu rumah tangga. Saya sejak bocah diajari bertanggung jawab dari hal-hal kecil,” tegasnya.
Diajari orangtua soal pentingnya tanggung jawab membuat Richard Theodore kecil berusaha hidup mandiri. Wirausaha menjadi bidang yang ia tekuni. Kini usahanya tak hanya menghidupi diri sendiri tapi juga banyak karyawan.
“Karenanya saya bersyukur banget bisnis kuliner ini sudah memiliki ratusan cabang. Saya ingin usaha kuliner saya makin mapan dan kokoh. Selain itu saya rajin bikin konten untuk medsos,” sebutnya.
Diakuinya, berbisnis itu bukan tanpa risiko. Namun, Richard Theodore sepakat dengan ujaran yang menyebut kesuksesan sering memihak pada mereka yang berani mengambil risiko disertai perhitungan dan persiapan cermat.
“Karenanya saya mengajak generasi muda Indonesia jangan pernah takut mencoba. Begini, kalau kita mencoba selalu ada dua kemungkinan, yakni gagal atau sukses. Namun kalau kita enggak pernah mencoba hanya ada satu kemungkinan, pasti gagal,” pungkasnya. (RO/OL-09)
Ingin melancong ke Uni Emirat Arab? Ini 7 destinasi yang cocok bagi Gen Z dan Milenial yang ingin berkunjung ke Dubai.
Wisatawan Indonesia terus menunjukkan antusiasme untuk bepergian, akan tetapi setiap generasi memiliki cara berwisata dan mencari pengalaman baru yang berbeda.
Remaja masa kini sulit lepas dari ponsel, bahkan di pesta ulang tahun. Simak ide pesta nostalgia tanpa layar yang bisa membuat mereka kembali menikmati kebersamaan.
Riset ini mengungkap perbedaan mencolok dalam cara Gen X dan Millennial mengelola pendidikan, kesejahteraan emosional, pengeluaran, dan waktu bersama keluarga.
Banyak anak muda memilih menggunakan uang untuk hal-hal yang dirasa dapat membuat mereka melupakan tekanan hidup, misalnya dengan belanja online.
Tren pembelian rumah tapak di kawasan Tangerang, khususnya Karawaci, semakin diminati, terutama oleh generasi milenial dan pasangan muda.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved