Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan tanggapan kejadian gempa bumi di Manokwari Selatan, Papua Barat, Jumat (28/12).
Mengenai informasi gempa bumi, PVMBG menyatakan gempa bumi terjadi pada hari Jumat (28/12), pukul 10:03:33 WIB. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi berada pada koordinat 1,40°LS dan 134,10°BT dengan magnitudo 6,1 pada kedalaman 26 km, berjarak 55 km tenggara Manokwari Selatan, Papua Barat.
"Informasi dari Geo Forschungs Zentrum (GFZ) Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 134,19°BT dan 1,41°LS, magnitudo 5,8 dan kedalaman 10 km," kata PVMBG dalam keterangan resmi, Sabtu (29/12).
Selanjutnya mengenai kondisi geologi daerah terkena gempa bumi. PVMBG menyatakan, pusat gempa bumi berada di darat. Lokasi gempa bumi tersusun oleh batuan yang berumur Pratersier hingga Kuarter, terdiri dari batuan sedimen dan batuan gunung api, batuan beku, malihan dan bancuh.
"Sepanjang pesisir tersusun oleh endapan aluvium yang bersifat lepas dan belum terkonsolidasi sehingga bisa memperkuat efek guncangan gempa," tambahnya.
Baca juga: Alat Deteksi Anak Krakatau Dipasang di Tiga Pulau
Mengenai penyebab gempa bumi. PVMBG menyatakan berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, diperkirakan gempa bumi ini disebabkan Sesar Ransiki yg relatif berarah tenggara-baratlaut.
Selanjutnya, dampak gempa bumi. PVMBG menyatakan, hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh gempa bumi tersebut. Gempa bumi ini dirasakan sebesar IV MMI ( Modified Mercalli Intensity) di Manokwari, serta III MMI di Ransiki dan Sorong.
"Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena tidak menimbulkan dislokasi dasar laut," tambahnya.
PVMBG memberikan dua rekomendasi pascakejdian gempa tersebut. Pertama, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
"Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan," pungkas PVMBG. (RO/OL-3)
Gempa bumi bermagnitudo 5,5 yang mengguncang Jawa Timur bagian selatan, pada Selasa (27/1) pagi berdampak langsung di Kabupaten Trenggalek.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang wilayah Pacitan, Jawa Timur, pada Selasa (27/1) pukul 08.20 WIB.
Latihan kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi digelar SMPN 1 Lembang bekerja sama dengan Relawan Penanggulangan Bencana Lembang (RPBL).
Peralatan pemantau aktivitas Gunung Merapi mencatat lonjakan kegempaan selama periode Jumat (9/1) hingga Kamis (15/1), dengan total 1.277 kejadian gempa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang wilayah Ambon dan sekitarnya di Provinsi Maluku pada Sabtu.
BMKG menjelaskan bahwa gempa bumi tektonik M6,4 (update) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Taluad, Sulut merupakan akibat dari deformasi batuan Lempeng Maluku
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved