Headline

Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.

Mantra Angin Rilis Sampai Gelap Mengepung, Debut Sadcore yang Kontemplatif

Basuki Eka Purnama
06/4/2026 09:33
Mantra Angin Rilis Sampai Gelap Mengepung, Debut Sadcore yang Kontemplatif
Mantra Angin(MI/HO)

SKENA musik independen Jakarta kembali kedatangan warna baru yang melankolis. Unit musik beraliran sadcore/folk, Mantra Angin, secara resmi menandai awal perjalanan musikal mereka dengan merilis single perdana bertajuk Sampai Gelap Mengepung pada 4 Maret 2026.

Lagu ini bukan sekadar perkenalan, melainkan sebuah pernyataan artistik mengenai arah musik dan gagasan yang akan mereka usung ke depan. Terbentuk sejak Agustus 2025, Mantra Angin lahir dari dorongan kolektif untuk merespons berbagai kegelisahan yang berkelindan dalam keseharian masyarakat urban.

Vokalis sekaligus gitaris Mantra Angin, Huda R Alam, mengungkapkan bahwa karya ini merupakan bentuk penyerahan diri sekaligus upaya mencari ruang aman di tengah ketidakpastian.

“Semoga ini menjadi jalan penyerahan kami menuju temuan-temuan baru. Bisa berupa teman baru, jalan tikus baru yang memberi gairah untuk mencari jalan keluar, atau sekadar tempat istirahat di tengah banyak hal yang tidak menentu: musim, pekerjaan, negara, hingga diri sendiri,” ujar Huda.

Estetika Sunyi dan Pengaruh Era 90-an

Secara musikal, Sampai Gelap Mengepung dibangun di atas fondasi folk yang intim dengan aransemen minimalis. Gitar akustik Huda menjadi tulang punggung melodi, diperkuat oleh dentuman bas Fernando Oktora yang tertahan namun menghanyutkan.

Sentuhan piano dari M. Iqbal memberikan dimensi ruang, sementara harmoni vokal ganda antara Huda dan Genevieve Ribka Wowor memberikan nuansa yang saling berkelindan.

Pendekatan ini secara sadar merujuk pada tradisi slowcore dan sadcore era 1990-an. Mantra Angin mengambil inspirasi dari dinamika sunyi kelompok Bedhead, minimalisme spiritual milik Low, hingga nuansa melankolia pedesaan ala Mojave 3. Bagi mereka, keheningan dan tempo lambat justru memberikan bobot lebih pada setiap kata yang dilantunkan.

Profil Single: Sampai Gelap Mengepung

Judul Single Sampai Gelap Mengepung
Artis Mantra Angin
Tanggal Rilis 4 Maret 2026
Genre Sadcore / Folk
Produser Adi Alam
Label Self-Released

Respons Terhadap Suasana Distopia

Secara konseptual, lagu ini terinspirasi dari suasana distopia—gambaran dunia yang menekan, repetitif, dan penuh ketakutan sosial. Proses kreatifnya memakan waktu sekitar lima bulan di sela kesibukan para personel, hingga akhirnya mereka memilih "Sampai Gelap Mengepung" sebagai draf yang paling layak diproduksi secara serius.

Dalam pengerjaannya, Mantra Angin mempercayakan Adi Alam sebagai produser. Adi dinilai berhasil menerjemahkan visi band dan memberikan karakter bunyi yang kuat sebagai identitas awal Mantra Angin.

“Tempat kami berusaha melupakan mimpi, melupakan ketakutan dari berbagai bentuk yang menggebu. Sampai mungkin, Mantra Angin turut menjadi mimpi itu sendiri, lalu menjadi ketakutan itu sendiri,” tambah Huda mengenai filosofi di balik nama dan karya mereka.

Kini, Sampai Gelap Mengepung sudah dapat dinikmati di berbagai platform layanan streaming digital (DSP). Single ini menjadi undangan bagi pendengar untuk sejenak berhenti dan merasakan pengalaman mendengarkan yang kontemplatif di tengah hiruk-pikuk dunia. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya