Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Inheritors Rilis Single Cheating Death: Thrash Metal Malang Kembali Membara

Basuki Eka Purnama
03/4/2026 09:42
Inheritors Rilis Single Cheating Death: Thrash Metal Malang Kembali Membara
Ilustrasi(MI/HO)

UNIT thrash metal asal Malang, Inheritors, resmi memperpanjang momentum comeback mereka di tahun 2026 dengan meluncurkan single terbaru bertajuk Cheating Death. Karya ini bukan sekadar rilisan rutin, melainkan sebuah refleksi mendalam sekaligus eksplorasi musikalitas yang lebih gelap dan agresif dibandingkan materi-materi sebelumnya.

Inspirasi dari Ambang Kematian dan Horor Klasik

Lagu Cheating Death lahir dari titik balik personal para personelnya yang pernah merasakan pengalaman berada di ambang kematian. Pengalaman traumatis tersebut kemudian berkelindan dengan kegemaran kolektif mereka terhadap narasi horor dan thriller, seperti waralaba film Final Destination.

Secara lirik, lagu ini membedah ilusi manusia yang sering kali merasa mampu mengakali takdir atau kematian. Inheritors ingin menegaskan pesan bahwa sekeras apa pun usaha manusia untuk menghindar, kematian akan selalu menemukan jalannya sendiri.

Evolusi Musikal: Lebih Buas dan Padat

Dari sisi musikalitas, Cheating Death disebut sebagai representasi sisi paling buas dari Inheritors sejauh ini. Band ini meramu riff thrash cepat dengan nuansa old school proto-death thrash metal akhir era 80-an. Pendengar akan merasakan hembusan energi dari album-album legendaris seperti Kill ’Em All (Metallica) hingga Pleasure to Kill (Kreator).

Meski kental dengan spirit Sepultura era awal, Inheritors berhasil mengemasnya dengan komposisi yang lebih padat, groove yang kejam, serta breakdown dan solo gitar agresif tanpa terjebak dalam nostalgia mentah.

Aspek Detail Informasi
Judul Single Cheating Death
Asal Band Malang, Jawa Timur
Genre Thrash Metal / Proto-Death Thrash
Formasi Baru Debut Galih sebagai gitaris kedua
Referensi Musik Metallica (awal), Kreator, Sepultura (awal)
Status Band Aktif kembali setelah 8 tahun hiatus

Debut Galih dan Formasi Dua Gitaris

Momen perilisan ini juga menjadi tonggak sejarah baru bagi Inheritors dengan diperkenalkannya Galih sebagai gitaris baru. Kehadiran Galih menandai untuk pertama kalinya Inheritors menggunakan format dua gitaris dalam diskografi mereka.

Walaupun Galih berangkat dari latar belakang musik non-thrash, ia justru memberikan dimensi baru yang lebih eksploratif. Sentuhannya memperkaya karakter riff dan solo gitar menjadi lebih segar dan berat (heavier), namun tetap menjaga identitas gelap yang menjadi ciri khas band.

Menuju Album Penuh Perdana

Cheating Death merupakan bagian dari strategi rilis bertahap yang dipersiapkan Inheritors menuju album penuh perdana mereka. Album tersebut diproyeksikan menjadi sebuah kolase perkembangan genre thrash metal, mulai dari era 80-an hingga 2000-an.

Setelah sempat vakum selama delapan tahun, Inheritors kini memandang musik sebagai medium katarsis untuk menyalurkan energi negatif sekaligus warisan seni yang ingin mereka tinggalkan bagi kancah musik ekstrem tanah air. Dengan aransemen yang dirancang untuk memicu moshpit, Inheritors membuktikan bahwa mereka belum selesai menantang takdir melalui distorsi dan kecepatan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya