Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM bertajuk The Girl Who Cried Pearls resmi dinobatkan sebagai Film Animasi Pendek Terbaik (Best Animated Short Film) dalam ajang Academy Awards ke-98 yang digelar di Dolby Theatre, Los Angeles, Minggu (15/3). Kemenangan film yang diproduksi National Film Board of Canada ini menjadi sorotan karena proses pembuatannya yang memakan waktu 5 tahun.
Film tersebut berhasil mengungguli sejumlah nominator lainnya dalam kategori animasi pendek. Kemenangan ini menegaskan dominasi teknik animasi puppet (boneka) yang dinilai memiliki tingkat kesulitan teknis tinggi namun memberikan hasil visual yang sangat emosional dan detail.
Dalam pidato kemenangannya di atas panggung, sang sutradara mengungkapkan dedikasi terhadap pembuatan film ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Ia menekankan bahwa dukungan keluarga menjadi kunci utama di balik penyelesaian proyek ambisius tersebut.
"Dibutuhkan waktu lima tahun untuk membuat film boneka. Dibutuhkan kesabaran untuk hidup dengan seseorang yang membutuhkan waktu lima tahun untuk membuat film boneka. Jadi, saya ingin berterima kasih kepada istri saya Maya, putri saya Tuli, Stephanie, dan Nola kami yang cantik," ujarnya di hadapan para hadirin.
Selain memberikan apresiasi kepada keluarga, tim produksi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada lembaga National Film Board serta jajaran produser yang turut andil dalam keberhasilan teknis film ini.
Pihak pemenang juga menyoroti peran komunitas seniman di lokasi produksi yang menjadi ekosistem pendukung selama bertahun-tahun masa pembuatan film. "Kami benar-benar ingin berterima kasih kepada lingkungan tempat kami tinggal dan komunitas seniman berbakat yang membuat kami beruntung bisa bekerja sama dengan mereka. Terima kasih kepada kota Montreal yang fantastis. Terima kasih, Kanada," tutupnya dalam pidato tersebut.
Keberhasilan The Girl Who Cried Pearls menambah daftar panjang prestasi animasi pendek asal Kanada di panggung dunia. Kritikus film menilai bahwa film ini berhasil menggabungkan estetika seni tradisional dengan narasi yang kuat, sehingga layak mendapatkan pengakuan tertinggi dari Academy.
Kemenangan ini diumumkan di sela-sela rangkaian acara yang dipandu oleh Conan O'Brien. Setelah menerima trofi, tim produksi dijadwalkan mengikuti sesi pemotretan resmi dan konferensi pers di area backstage untuk membahas rencana proyek animasi masa depan mereka. (Variety/Z-2)
Avatar: Fire and Ash, resmi membawa pulang piala Oscar untuk kategori Efek Visual Terbaik (Best Visual Effects) pada ajang Academy Awards ke-98.
Priyanka Chopra Jonas kembali ke panggung Oscar 2026 setelah satu dekade. Intip detail gaun Dior miliknya dan cerita menggemaskan tentang sang putri, Malti Marie.
Frankenstein, resmi menyabet penghargaan Best Production Design dalam ajang 98th Academy Awards.
Momen kocak Anne Hathaway dan Anna Wintour di Oscar 2026 mencuri perhatian. Menjelang sekuel The Devil Wears Prada, 'Miranda Priestly' asli kembali beraksi.
Sutradara Chloé Zhao menanggapi batalnya sekuel "Buffy the Vampire Slayer" di Hulu. Meski pilot telah rampung, Zhao mengaku tidak terkejut dengan keputusan tersebut.
Ryan Coogler memenangkan piala Oscar kategori Best Original Screenplay lewat film Sinners pada ajang Academy Awards ke-98.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved