Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBEDAAN dalam sebuah hubungan sering kali dianggap sebagai penghalang, namun bagi Krisna Trias dan Satine Zaneta, perbedaan justru menjadi kunci terciptanya sebuah keindahan.
Melalui kolaborasi terbaru berjudul Harmoni, kedua musisi ini resmi merilis karya yang menitikberatkan pada pesan penerimaan dan keikhlasan. Single ini sudah dapat dinikmati di berbagai digital streaming platform.
Lagu Harmoni hadir dengan balutan musik ballad khas era 70-an yang menjadi kekuatan Krisna Trias.
Aransemen tersebut terasa semakin lengkap saat bersinggungan dengan karakter vokal Satine Zaneta yang unik.
Perpaduan ini seolah menghantarkan pendengar untuk menyelami makna liriknya yang dalam, tentang bagaimana perbedaan hitam dan putih dapat menyatu selaras layaknya melodi indah.
Di balik nada-nadanya yang menenangkan, lagu ini menyimpan cerita personal yang panjang. Krisna mengungkapkan bahwa Harmoni merupakan hasil refleksi dari perjalanan asmaranya di masa lalu.
“Awal lagu ini saya ciptakan sebenarnya curhatan dari pengalaman pacaran selama enam tahun. Jadi bisa dibilang sudah merasakan segala yang namanya pahit manis perbedaan dan berujung pada penerimaan. Dan, lagu ini sudah mati suri selama dua tahun sejak diciptakan, jadi ketika team Aquarius memutuskan untuk merilis Harmoni, yaaa saya senang dong,” ujar Krisna.
Pemilihan Satine Zaneta sebagai rekan duet pun dipandang sebagai keputusan yang tepat. Krisna mengakui bahwa vokal Satine memberikan kehangatan tersendiri yang menyempurnakan komposisi lagu ini. Di sisi lain, Satine merasa proses kolaborasi perdana mereka berjalan sangat organik tanpa tekanan.
“Ini kolaborasi pertama kami, no pressure at all, very welcoming, untuk Krisna. Selama kolaborasi ini, gue malah lebih berpikir gimana caranya bisa menghadirkan dan menggambarkan lagu Harmoni dengan caranya Satine sendiri,” jelas Satine.
Ia juga menambahkan bahwa visi Krisna yang jelas sebagai produser sekaligus pencipta lagu membuat proses produksi mengalir dengan mudah.
Bagi kedua musisi ini, makna Harmoni memiliki filosofi yang mendalam. Krisna mengumpamakan harmoni layaknya semangat bangsa Indonesia.
“Harmoni ini bisa diumpamakan sebagai Indonesia dengan ‘Bhinneka Tunggal Ika - walaupun berbeda tetapi tetap satu’,” ungkapnya.
Sementara bagi Satine, harmoni adalah tentang bagaimana banyak hal berbeda bisa bersatu menjadi sesuatu yang lebih indah.
Sebagai pelengkap perilisan audionya, Official Lyric Video Harmoni juga telah tayang di kanal YouTube resmi Aquarius Musikindo.
Melalui karya ini, Krisna dan Satine berharap setiap perbedaan yang ada di tengah masyarakat dapat diterima dengan lapang dada, layaknya komposisi musik yang indah. (Z-1)
Film ini akan menyajikan aksi duel intens antara Satine Zaneta dengan Niken Anjani, sebagai sesama keturunan iblis yang memiliki misi masing-masing.
Dalam film Penjagal Iblis: Dosa Turunan, Satine berperan sebagai Ningrum, gadis 19 tahun pelaku pembunuhan yang ditahan di rumah sakit jiwa karena diduga mengalami delusial.
SATINE Zaneta, penyanyi dan pemain film yang juga anak dari aktor Abimana Aryasatya akan bermain di film terbaru yang disutradarai Joko Anwar, Pengepungan di Bukit Duri.
Memiliki nuansa romantis yang menyenangkan, lagu ini dapat membuat pendengarnya ingin berdansa ketika mendengar lagunya bersama pasangan.
“Sampaikanlah perasaanmu, jangan sampai menyesal. Walau dalam lagu ini orangnya terkesan ragu, tetapi kalau tidak dilakukan akan semakin kepikiran. Jadi, just do it!”
Bagi Sajama Cut, konsistensi Recollecting adalah bentuk tanggung jawab untuk memberikan sorotan pada karya-karya yang sering kali luput dari arus utama.
Angel Lelga mengajak pendengar untuk sejenak berhenti dari hiruk-pikuk dunia dan mengingat kembali bahwa hanya kepada Allah tempat terbaik untuk berserah diri.
Sejak merilis gitar akustik, elektrik, dan ampli pertamanya pada 1966, Yamaha secara konsisten menjadi bagian dari perjalanan musik global.
Makna merupakan salah satu lagu paling personal dalam album penuh Adikara yang bertajuk Klise, yang sebelumnya telah menyapa pendengar pada 30 Mei 2025 lalu.
Melalui karya terbaru berjudul Peganglah Tanganku, sejumlah penyanyi lintas generasi bersatu untuk memberikan dukungan moril dan semangat bagi para penyintas di daerah terdampak.
Lagu Diam Seribu Diam dari Daun Jatuh dan Syiqin Azln membawa pendengar menyelami sisi rapuh sebuah hubungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved