Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Ndarboy Genk Maknai Usia 31 Tahun Lewat Tak Kancani: Sebuah Kado Ketulusan untuk Sesama

Basuki Eka Purnama
19/1/2026 19:40
Ndarboy Genk Maknai Usia 31 Tahun Lewat Tak Kancani: Sebuah Kado Ketulusan untuk Sesama
Ndarboy Genk(MI/HO)

BAGI sebagian musisi, merayakan ulang tahun identik dengan pesta pora. Namun, Ndarboy Genk memilih jalan yang berbeda. Menandai usia ke-31 pada 14 Januari 2026, penyanyi bernama asli Helarius Daru Indrajaya ini justru merilis sebuah single reflektif berjudul Tak Kancani. 

Lagu ini hadir bukan sebagai selebrasi kemegahan, melainkan sebagai kado bagi para pendengarnya yang tengah berjuang melewati masa-masa sulit.

Lahir dari kegelisahan personal, Tak Kancani terinspirasi dari pertemuan Ndarboy dengan para musisi tunanetra yang mengamen di sudut-sudut Yogyakarta. Dari mereka, Ndarboy mengaku mendapatkan perspektif baru dalam memandang hidup.

“Saya sering lihat teman-teman tunanetra ngamen, penghasilannya tidak menentu, tapi mereka bisa menikmati hidup, selalu ceria. Lantas saya melihat diri sendiri yang mungkin masih sering mengeluh. Dari situ saya tersadar tentang spirit dan ketulusan dalam bermusik dan kemudian saya tuangkan ke dalam lagu ini,” ungkap Ndarboy.

Kolaborasi Setara dengan Fauzi Haidi

Dalam proses produksinya, Ndarboy menggandeng Fauzi Haidi, seorang musisi tunanetra asal Yogyakarta. 

Kolaborasi ini bukanlah sekadar formalitas. Fauzi terlibat aktif dalam proses kreatif yang intens, bahkan memberikan banyak masukan penting terkait aransemen musik

Hasilnya adalah sebuah karya yang organik dan setara, di mana kedua musisi ini saling belajar satu sama lain.

Ndarboy menegaskan bahwa proyek ini jauh dari ambisi komersial atau sekadar mengejar tren. 

“Lagu ini bukan tentang uang, tujuan viral, bukan buat cari gimmick. Buat saya ini bentuk solidaritas dan support untuk teman-teman difabel. Saya ingin lagu ini jadi soundtrack hidup banyak orang, terutama saat mereka sedang memiliki beban berat, sakit, atau merasa sendirian,” tegasnya.

Bagi Ndarboy, Tak Kancani memberinya ruang untuk refleksi mendalam sebagai seniman. Ia merasa seperti "terlahir kembali" dan diingatkan bahwa akar dari sebuah karya adalah kejujuran. 

"Setelah kolaborasi ini, saya seperti balik ke nol lagi. Soal rezeki, soal lagu ini diterima atau tidak, itu urusan Yang Kuasa," tambahnya.

Membawa Misi Budaya ke Suriname

Perilisan lagu ini semakin istimewa dengan peluncuran Official Lyrics Video yang mengambil latar di Suriname. Perjalanan Ndarboy ke Amerika Selatan tersebut mengusung misi besar: merawat akar budaya Jawa di kalangan diaspora.

Ndarboy melihat adanya tantangan regenerasi bahasa di sana. Meski generasi tua masih fasih berbahasa Jawa, anak muda Suriname mulai jarang menggunakannya. Musik pun dipilih sebagai jembatan komunikasi lintas generasi.

“Saya datang ke Suriname dengan satu harapan sederhana, jangan sampai orang Jawa di Suriname kehilangan bahasanya dan akar budayanya. Musik bisa jadi cara paling efektif buat mengingatkan itu,” jelas Ndarboy Genk.

Melalui Tak Kancani, Ndarboy Genk membuktikan bahwa musik pop Jawa bisa melampaui batas geografis dan fisik. Lagu ini kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital sebagai pengingat bahwa di mana pun kita berada, bahasa dan budaya adalah rumah tempat kita pulang. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik