Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Mengintip Sisi Keras Jakarta Utara lewat Serial Laga Algojo di Vidio

Basuki Eka Purnama
10/1/2026 15:01
Mengintip Sisi Keras Jakarta Utara lewat Serial Laga Algojo di Vidio
Poster serial Algojo(imdb)

SUTRADARA Rahabi Mandra siap menghadirkan potret nyata kerasnya kehidupan pesisir Jakarta melalui serial laga terbaru berjudul Algojo

Serial yang dijadwalkan tayang perdana di platform streaming Vidio pada 16 Januari 2026 itu menjadikan wilayah Jakarta Utara sebagai arena utama pertarungan moral dan fisik para karakternya.

Pemilihan Jakarta Utara sebagai latar cerita bukanlah tanpa alasan. Dalam konferensi pers pemutaran pratayang perdana di Gandaria, Jakarta, Kamis (8/1), Rahabi mengungkapkan bahwa otentisitas menjadi kunci utama dalam penggarapan serial ini. Ia menggandeng berbagai elemen lokal untuk memastikan atmosfer yang dibangun terasa nyata bagi penonton.

"Referensi Jakarta Utara, mostly, yes, dari Doms Dee (penyanyi rap asal Tanjung Priok bernama asli Basco Baracus) sama kita cek-cek langsung ya. Dan kru ternyata banyak juga dari Jakarta Utara, gitu. Jadi diskusinya kami menyenangkan," ujar Rahabi.

Riset Kawasan Marginal

Lokasi syuting tersebar di titik-titik ikonik Jakarta Utara, mulai dari Cilincing, Tanjung Priok, hingga Sunter. 

Kawasan pesisir ini dipilih untuk menggambarkan situasi sosial dan lingkungan tempat tinggal para karakter penting. Salah satunya adalah Fengky (Rendy Pangalila), seorang petarung yang bekerja di bawah pimpinan Sadino (Andy Rif). 

Basis kegiatan mereka berpusat di sebuah bengkel kapal di kawasan pesisir, yang menambah kesan industrial dan tangguh pada visual serial ini.

Naskah Algojo digarap trio penulis Ilya Aktop, Nicholas Raven, dan Ami Murti. Mereka menyusun alur cerita berdasarkan hasil riset mendalam terhadap kehidupan warga di kawasan marginal Jakarta. Fokusnya bukan sekadar aksi baku hantam, melainkan juga mengangkat tema kesenjangan sosial yang memicu tekanan hidup masyarakat setempat.

Konflik dan Sisi Abu-abu Manusia

Alur cerita Algojo akan berpusat pada perseteruan antara Zar (Arya Saloka) dan Fengky (Rendy Pangalila). Penonton akan disuguhi rangkaian perkelahian fisik yang intens di berbagai lokasi yang menjadi ciri khas Jakarta Utara. Namun, di balik aksi laga tersebut, Rahabi menekankan adanya kedalaman karakter.

Melalui karakter seperti Sadino, serial ini ingin menunjukkan dinamika friksi sosial saat sifat manusia tidak pernah terlihat hitam-putih. Narasi yang dibangun adalah tentang bagaimana seseorang mengambil pilihan di tengah situasi yang serba sulit atau abu-abu.

Guna memperkuat identitas wilayah tersebut, serial ini juga menggandeng musisi lokal Doms Dee. Lagu bertajuk Welcome to the Free York City dipilih sebagai musik tema (original soundtrack) yang mengisi setiap episode Algojo.

Produksi yang Otentik

Dari sisi produksi, keterlibatan kru yang berasal dari Jakarta Utara memberikan keuntungan tersendiri. Mereka berperan sebagai narasumber tambahan yang membantu tim kreatif merancang adegan agar lebih dekat dengan keseharian masyarakat setempat.

Terkait perizinan dan prosedur di lapangan, Rahabi memastikan bahwa segala sesuatunya telah ditangani secara profesional oleh tim produksi. 

"Kalau terhadap otoritas (pemerintahan dan kepolisian) sendiri, itu sebenarnya pihak produser pasti melakukan. On the creative side, kami yang melakukan dari pihak penulisan dan eksekusi skenario," tegasnya.

Serial Algojo akan hadir dalam format delapan episode. Setelah penayangan perdana pada 16 Januari mendatang, episode baru akan dirilis secara rutin setiap hari Jumat di platform Vidio. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik