Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTOR Arbani Yasiz tampil berbeda dalam film terbarunya berjudul Musuh Dalam Selimut, terkenal memainkan karakter cowok green flag atau sosok pria berkepribadian baik, pria berusia 31 Tahun itu bakal memulai karirnya di tahun 2026 dengan memerankan karakter cowok red flag atau sosok pria berkepribadian kurang baik.
Diketahui, Arbani bakal memerankan karakter Andika dalam film Musuh Dalam Selimut, sosok pria yang dikisahkan menjalin cinta segitiga dengan dua perempuan. Film garapan Sutradara Hadrah Daeng Ratu itu dijadwalkan tayang pada 8 Januari 2026.
”Salah satu alasan aku ambil film Musuh Dalam Selimut ini karena, aku juga mau coba keluar dari zona nyamanku dari film-film sebelumnya yang biasanya (memerankan) karakter green flag dan sekarang coba red flag,” kata Arbani dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (28/12).
Pertama kalinya memerankan karakter yang terlibat perselingkuhan, Arbani menjelaskan kalau ini bukanlah hal yang mudah. Terlebih sepanjang film ada banyak adegan yang memosisikannya pada emosi yang naik-turun.
“Aku agak stres sih, Karena aku kayak gak boleh terlihat (berbuat sesuatu) padahal kalau dari dalamnya Aku harus merasakan itu. Jadi harus merasakan tapi gak boleh keliatan di mata,” terang Arbani.
Berhasil memerankan karakter cowok red flag, Arbani menekankan hal itu tidak kemudian membuatnya akan terus mengambil karakter seperti Andika untuk film-film selanjutnya, namun sejauh ini dirinya merasa puas dengan penampilannya dalam film tersebut.
”Engga kemudian aku ketaguah dengan karakter ini, tapi lebih ke kayak ‘Oh ternyata aku bisa Main karakter yang seperti ini’. Karena sebelum ambil peran Andika ini, aku kan gak pernah dapet (karakter red flag) jadi aku gak pernah tau gitu bahwa diriku itu bisa apa enggak,” terang Arbani.
Beradu akting dengan Yasmin Napper (Gadis) dan Megan Domani (Suzy), Arbani mengaku proses pembangunan kemistri antara dirinya dengan kedua lawan mainnya itu tidak terlalu sulit, selain karena sudah melewati proses pra-produksi, Arbani juga sudah beberapa kali terlibat proyek bersama YAsmin dan Megan.
”Gak ada kesulitan, karena sebelumnya aku juga pernah main sama Yasmin dan aku juga pernah main sama Megan Jadi pas disatukan lagi udah enak aja gitu,” tukasnya.
Musuh Dalam Selimut mengambil kisah tentang persahabatan Gadis (Yasmin Napper) dengan Suzy (Megan Domani) yang juga tetangganya. Suzy begitu perhatian terhadap Gadis terutama sejak Gadis mengandung anak pertamanya. Namun kehangatan itu perlahan berubah menjadi tanda-tanda ganjil yang tak bisa diabaikan.
Sikap manis Suzy terasa terlalu sempurna, perhatian kecilnya terlalu sering, dan batas-batas persahabatan mulai mengabur, terlebih ketika suami Gadis, Andika (Arbani Yasiz), ikut terseret dalam kedekatan yang janggal itu, kecurigaan Gadis berubah menjadi ketakutan. Ada sesuatu yang menyamar sebagai kasih sayang, namun ternyata lebih kejam dari sekadar pengkhianatan. (Rif/M-3)
Reality show pemenang Emmy 2025, The Traitors, akan diadaptasi di Indonesia oleh Falcon Pictures dan tayang di KlikFilm, menampilkan permainan psikologis pengkhianatan dan kepercayaan.
FILM drama Musuh Dalam Selimut siap hadir di layar Bioskop tanah air mulai 8 Januari 2026. Cinta segitiga yang penuh plot twist dan memancing emosi para penonton.
Sejak kemunculannya, Nussa telah menjadi ikon animasi yang lekat dengan nilai-nilai positif bagi anak-anak.
Christine Hakim tidak kuasa menahan air mata saat membagikan pengalamannya menghidupkan sosok Ibu Wibisana dalam film adaptasi novel karya Leila S Chudori, Laut Bercerita.
Menurut Dian Sastrowardoyo, sosok Kinan dalam film Laut Bercerita adalah representasi perempuan yang sangat inspiratif.
Reza Rahadian mengungkapkan bahwa dalam mendalami karakter Biru Laut, ia memilih untuk tetap setia pada pondasi awal yang telah dibangun penulis.
Joko Anwar memaparkan bahwa film Ghost in the Cell bukan sekadar sajian horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi karakter yang sangat mendalam.
Suzzanna dalam film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa bukan sekadar tokoh hantu, melainkan representasi perlawanan terhadap ketidakadilan yang dialami wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved