Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Jimmy Kimmel Kirim Pesan Natal 'Peringatan' untuk Trump

Thalatie K Yani
26/12/2025 08:26
Jimmy Kimmel Kirim Pesan Natal 'Peringatan' untuk Trump
Jimmy Kimmel sampaikan pesan Natal alternatif di Channel 4 Inggris. Ia memperingatkan soal ancaman demokrasi dan sensor pemerintah di bawah Donald Trump.(Instagram)

PEMBAWA acara talk show ternama, Jimmy Kimmel, terpilih untuk menyampaikan "Pesan Natal Alternatif" tahun 2025 di jaringan penyiaran Inggris, Channel 4. Dalam pidatonya, komedian berusia 58 tahun tersebut menggunakan kesempatan itu untuk memperingatkan penonton di Inggris bahwa "tirani sedang berkembang" di Amerika Serikat.

Kimmel menyinggung keputusan mengejutkan ABC yang menempatkan program Jimmy Kimmel Live! dalam masa hiatus tanpa batas waktu pada September lalu. Hal itu terjadi setelah komentarnya mengenai Charlie Kirk memicu kontroversi. Menurut Kimmel, situasi tersebut muncul karena Donald Trump ingin membungkam suaranya.

"Pemerintah Amerika memberikan ancaman terhadap saya dan perusahaan tempat saya bekerja, dan tiba-tiba saja kami berhenti mengudara," ujar Kimmel. Ia menambahkan bahwa hal itu terjadi karena Trump "ingin membungkam saya karena saya tidak memujanya dengan cara yang dia inginkan."

Kekuatan Kebebasan Berpendapat

Kimmel menyebut kembalinya acara tersebut ke layar kaca pada 23 September sebagai "keajaiban Natal di bulan September." Ia memberikan kredit kepada jutaan orang yang bersuara menentang pembungkaman tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan berekspresi.

"Orang-orang yang tidak pernah menonton acara saya, bahkan orang-orang yang secara terang-terangan membenci acara saya pun ikut bersuara. Mereka berdemonstrasi untuk mendukung hak kebebasan berbicara," ungkap Kimmel. "Karena begitu banyak orang yang bersuara, kami kembali. Acara kami kembali lebih kuat dari sebelumnya."

Ia pun menegaskan kemenangannya atas tekanan politik tersebut. "Kami menang, Presiden kalah, dan sekarang saya kembali mengudara setiap malam untuk memberikan teguran keras yang sangat layak diterima oleh politisi paling berkuasa di bumi."

Peringatan untuk Dunia

Kimmel membagikan pengalamannya untuk mengingatkan bahwa sensor pemerintah bisa terjadi di mana saja, bukan hanya di negara-negara otoriter. Dengan gaya bercandanya yang khas, ia menyebut kondisi di AS saat ini sedang "berantakan" dan meruntuhkan struktur demokrasi, mulai dari pers bebas, sains, kedokteran, hingga kemandirian peradilan.

"Kami ingin Anda tahu bahwa kami tidak semua seperti dia. Kami tidak semua seperti itu," katanya merujuk pada Donald Trump.

Menutup pesannya, Kimmel meminta penonton di Inggris untuk tidak menyerah pada Amerika Serikat. Ia mengakui negaranya sedang mengalami "goyangan," namun ia optimistis mereka akan segera bangkit.

"Kami butuh sekitar tiga tahun untuk menyelesaikan tantangan ini. Terima kasih atas kesabaran Anda. Selamat Natal dan selamat berlibur," pungkasnya. (People/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya